Samarinda, infosatu.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda dan 32 fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Kota Tepian melakukan MoU terkait pelayanan rapid test bagi petugas TPS dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penandatanganan tersebut merupakan persiapan untuk melakukan rapid test terhadap 17.568 petugas TPS atau KPPS di wilayah Samarinda.
“Kami lakukan karena besok sudah pelantikan KPPS, harapan kami di 25 November mereka sudah bisa melakukan rapid tes terhadap seluruh petugas TPS. Jadi hari ini adalah penandatanganan yaitu semacam kontrak kerja antara KPU dan faskes di Samarinda. Hingga saat ini, baru 20 faskes yang melakukan MoU bersama kami,” ungkapnya kepada infosatu.co di Kantor KPU Samarinda, Senin (23/11/2020).
Ini merupakan bagian KPU Samarinda dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) untuk memastikan petugas-petugas TPS tidak terpapar Covid-19.
Hal yang lebih penting yaitu bahwa petugas KPU diharapkan tidak berpotensi untuk menularkan virus tersebut.
Hanya saja dari hasil rapid test nanti, KPU akan merumuskan kembali bagi mereka yang reaktif yaitu apakah diganti atau menjalankan karantina selama 14 hari.
“Apakah kita harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) atau Satgas Penanganan Covid-19. Nanti apakah cukup dirapid test dan melakukan isolasi mandiri, ataukah mereka rapid lalu swab dan harus diganti. Sebab KPPS ini merupakan kerjasama tim, jika satu hilang maka akan mengganggu kerja keseluruhan tim,” jelasnya.
Jika memang petugas yang reaktif ini dapat mengganggu kerja sama tim, maka kemungkinan harus diganti.
Firman mengungkapkan jika rapid test akan dilakukan pada 25 November hingga 8 Desember 2020.
“Sebenarnya di kontrak tersebut terhitung 24 November 2020. Kita berharapnya tanggal 25-30 November sudah selesai semua, jadi kita bisa melakukan tindakan secepatnya jika ada yang reaktif,” urainya.
Ditanya berapa banyak petugas TPS yang akan di layani dalam satu faskes, ia menegaskan bahwa semua itu akan diserahkan pada masing-masing faskes.
Intinya, Firman menginginkan jika rapid test tersebut cepat selesai pada 17.568 petugas TPS.
“Mungkin satu faskes melayani 300-500 petugas, diusahakan dalam sehari itu melayani 100 petugas. Jika kliniknya jauh, faskes tersebut juga bersedia memberikan pelayanan mobile kepada petugas-petugas kita. Harapannya cepat selesai, kami perlu tahu dari 17.568 itu ada berapa banyak yang reaktif agar segera melakukan langkah selanjutnya,” tegas Firman. (editor: irfan)
