infosatu.co
Diskominfo Kukar

Bupati Kukar Ajak Warga Tinggalkan Budaya Buang Sampah, Beralih ke Budaya Olah

Teks: Pameran dan Bepolahan kerajinan daur ulang sampah menjadi barang tepat guna bertempat di Tangga Arung Square Tenggarong (infosatu.co/ist)

Kukar, infosatu.co – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) Aulia Rahman Basri menilai pengelolaan sampah tidak semestinya berhenti pada kegiatan membuang.

Menurutnya, limbah yang selama ini dianggap tidak berguna justru dapat menjadi sumber nilai ekonomi baru apabila diolah secara kreatif oleh masyarakat.

Pandangan itu disampaikan melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara H. Haryo Martani saat membuka Pameran dan Bepolahan Kerajinan Daur Ulang Sampah menjadi Barang Tepat Guna di Tangga Arung Square, Tenggarong, Selasa, 10 Maret 2026.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Event Organizer Sinar Intan tersebut menjadi ruang pertemuan antara edukasi lingkungan dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara Heriansyah, bersama para pengrajin, pegiat lingkungan, serta masyarakat yang ingin melihat secara langsung proses pengolahan limbah menjadi produk kerajinan.

Dalam sambutan Bupati, Haryo Martani menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong munculnya kesadaran baru di tengah masyarakat bahwa sampah tidak semata-mata persoalan kebersihan, melainkan juga peluang ekonomi jika dikelola dengan pendekatan kreatif.

Ia menjelaskan, kegiatan pameran dan praktik pengolahan kerajinan daur ulang tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat tentang pengelolaan limbah.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak melihat secara langsung bagaimana bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi produk yang memiliki fungsi sekaligus nilai jual.

Menurut Aulia, pengelolaan sampah melalui kreativitas merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran baru mengenai pola konsumsi dan produksi masyarakat.

“Sampah bukanlah sekadar limbah yang harus dibuang, namun jika dikelola dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, ia dapat berubah menjadi produk bernilai ekonomis tinggi,” tuturnya

Ia menambahkan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular, yaitu model pengelolaan sumber daya yang menempatkan limbah sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan kembali.

Dengan cara itu, kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Inilah yang kita sebut sebagai implementasi ekonomi sirkular, dimana kita menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Aulia.

Selain memberi perhatian pada aspek lingkungan, pemerintah daerah juga melihat potensi kegiatan ini sebagai penggerak ekonomi kreatif lokal.

Para pengrajin yang terlibat dalam pameran diberi kesempatan menampilkan berbagai produk hasil daur ulang, mulai dari kerajinan rumah tangga hingga produk dekoratif yang memiliki nilai estetika.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk mengembangkan usaha berbasis daur ulang. Apalagi, tren produk ramah lingkungan kini semakin diminati di pasar modern.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati Aulia menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara yang telah menggagas kegiatan tersebut.

Ia menilai inisiatif tersebut menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah dapat mendorong munculnya gerakan pengelolaan sampah yang produktif.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Event Organizer Sinar Intan dan pengelola Tangga Arung Square yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan “Bepolahan”, yakni praktik langsung pembuatan kerajinan dari bahan bekas, mampu memberikan inspirasi bagi para peserta maupun pengunjung.

Melalui pengalaman tersebut, masyarakat diharapkan melihat bahwa barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat menjadi sumber peluang usaha baru.

“Saya berharap melalui kegiatan ‘Bepolahan’ atau praktek langsung pembuatan kerajinan daur ulang ini, para peserta dan pengunjung dapat terinspirasi bahwa dari barang bekas, kita bisa menciptakan peluang usaha baru,” pungkasnya.

Setelah acara pembukaan, Haryo Martani bersama para tamu undangan meninjau sejumlah produk kerajinan hasil daur ulang yang dipamerkan.

Berbagai karya kreatif yang diproduksi dari bahan bekas menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dapat menghadirkan solusi bagi persoalan lingkungan sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

Related posts

Kukar Jadi Daerah dengan Angka Stunting Terendah di Kaltim

Firda

Rendi Solihin: Progres Perbaikan Jalan Longsor Sesuai Target Kontrak

Martinus

Diarpus Kukar Gelar Pelatihan, Dorong Standarisasi Tata Naskah Pengelolaan Arsip

Martinus

You cannot copy content of this page