Samarinda, infosatu.co – SMA Negeri 16 Samarinda menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Timur (Kaltim) ke-17 Tahun 2025 yang digelar pada 20–27 November 2025 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Dalam ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut, SMAN 16 Samarinda berhasil meloloskan sembilan atlet yang masing-masing meraih medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai cabang olahraga.
Berdasarkan data resmi sekolah, para siswa SMAN 16 Samarinda mencatatkan prestasi sebagai berikut:
– Faith – Medali Emas cabang Pencak Silat
– Aisyah – Medali Emas cabang Taekwondo
– Desak – Medali Emas cabang Taekwondo
– Merchavino – Medali Perak cabang Panahan
– Thirza – Medali Perak cabang Karate
– Claudio – Medali Perunggu cabang Sepak Bola
– Umi – Medali Perak cabang Taekwondo
– Khalid – Medali Perunggu cabang Taekwondo
– Annisa – Medali Perunggu cabang Taekwondo
Kepala SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan konsistensi pembinaan atlet pelajar di sekolahnya.
“Alhamdulillah, capaian SMA 16 Samarinda dalam ajang POPDA luar biasa. Ada yang mendapatkan emas, perak, dan perunggu. Total ada sembilan atlet kita yang secara perorangan meraih penghargaan juara,” ujar Rozak saat diwawancarai melalui sambungan WhatsApp, Kamis, 18 Desember 2025.
Rozak juga mengungkapkan prestasi siswa SMAN 16 Samarinda tidak hanya berhenti di ajang POPDA Kaltim.
Sejumlah atlet bahkan telah menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
“Salah satu atlet taekwondo kami, Desak, sebelumnya berhasil meraih juara pertama pada Piala Panglima di Jakarta. Selain itu, dari cabang panahan, siswa SMAN 16 juga pernah berlaga hingga Johor, Malaysia, dan berhasil meraih juara dua,” ungkapnya.
Menurut Rozak, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan prestasi di SMAN 16 Samarinda berjalan berkelanjutan dan tidak terbatas pada satu event tertentu.
“Ini membuktikan bahwa SMAN 16 bertabur bintang. Tidak hanya di olahraga, prestasi akademik juga mulai menyusul. Dalam ajang Olimpiade Kimia yang digelar di SMAN 1 Samarinda, siswa kami berhasil meraih juara dua,” tambahnya.
Rozak juga berpesan agar para siswa yang telah meraih prestasi tidak cepat berpuas diri dan tetap menjaga keseimbangan antara akademik dan olahraga.
“Prestasi itu berjenjang. Anak-anak harus tetap disiplin, patuh pada aturan sekolah dan pelatih, serta tidak melupakan kewajiban akademiknya. Jangan berhenti sampai di sini, karena peluang ke depan masih terbuka hingga tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya di SMAN 16 Samarinda untuk terus mengembangkan potensi sesuai bakat dan minat masing-masing.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan sekolah, tapi juga bukti bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang konsisten, siswa-siswi SMAN 16 mampu bersaing dan berprestasi di tingkat daerah hingga nasional,” tutup Rozak.
Dengan hasil tersebut, sejumlah atlet SMAN 16 Samarinda juga dinilai memiliki peluang untuk melanjutkan jenjang prestasi ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kaltim 2026 di Paser.
