Samarinda, infosatu.co – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyalurkan berbagai program sosial selama bulan suci Ramadan.
Salah satunya melalui program Ramadan Bahagia yang menyiapkan 5.000 paket bantuan bagi masyarakat kurang mampu di sejumlah daerah di Kaltim.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas kepada masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan, usai buka puasa bersama keluarga besar Baznas Kaltim dan wartawan media di Hotel Harris Samarinda, Senin, 16 Maret 2026.
Dalam program Ramadan Bahagia, sebagian bantuan didistribusikan melalui Baznas kabupaten dan kota di Kaltim dengan alokasi sekitar 150 paket untuk masing-masing daerah.
Namun dalam beberapa kondisi tertentu, jumlah bantuan ditambah menyesuaikan kebutuhan di daerah.
“Di Paser itu karena ada yang kebakaran, termasuk juga di Ibu Kota Nusantara (IKN) kemarin kita tambahkan juga untuk Penajam Paser Utara (PPU),” jelasnya.
Sementara bantuan lainnya disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang selama ini menghimpun zakat melalui Baznas.
Setiap UPZ awalnya menerima 25 paket untuk kemudian dibagikan kepada karyawan yang membutuhkan maupun masyarakat di sekitar mereka.
“Kami minta kepada kepala dinas agar paket itu dibagikan kepada karyawan kita yang tidak mampu, bahkan ada tetangga-tetangga yang tidak mampu juga bisa dimintakan,” ujarnya.
Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah UPZ meminta tambahan karena kebutuhan di lapangan cukup besar.
“Ada yang minta tambah sampai 50 bahkan ada yang minta tambah sampai 200 seperti Dinas Kehutanan,” katanya.
Selain penyaluran bantuan tersebut, Baznas Kaltim juga menggelar santunan bagi anak yatim.
Sebanyak 200 anak yatim diundang dalam kegiatan tersebut dan masing-masing menerima bantuan uang tunai sebesar Rp500 ribu serta bingkisan lainnya.
Di sisi lain, selama Ramadan pihaknya juga terus menerima pembayaran zakat dari para muzaki.
Nabhan menyebut sejumlah masyarakat bahkan menyalurkan zakat dalam jumlah besar.
“Kemarin ada yang Rp200 juta, ada yang Rp100 juta, bahkan ada yang Rp500 juta membayar zakatnya kepada kami,” ungkapnya.
Ia menjelaskan berbagai kegiatan Baznas selama Ramadan juga didukung program Kaltim Berzakat yang turut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur mengimbau aparatur sipil negara (ASN) untuk menyalurkan zakat melalui Baznas.
“Pak Gubernur hadir dan menghimbau lagi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membayar zakatnya kepada Baznas Provinsi Kaltim,” ujarnya.
Menurutnya, imbauan tersebut berdampak positif terhadap peningkatan penghimpunan zakat.
Pendapatan yang sebelumnya berada di kisaran Rp800 juta per bulan meningkat menjadi sekitar Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar per bulan sejak Juli.
“Alhamdulillah setelah adanya edaran dan himbauan dari beliau, pendapatan kami Baznas luar biasa meningkatnya,” katanya.
Baznas Kaltim juga memastikan pelayanan pembayaran zakat tetap dibuka hingga malam takbiran menjelang Idulfitri.
“Tahun lalu bahkan di malam Lebaran ada muzaki yang menyerahkan zakatnya hampir Rp200 juta,” katanya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakat melalui Baznas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan di Kaltim.
