Kota Pasuruan, infosatu.co – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), tengah merancang program Literasi Demokrasi yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Program tersebut diinisiasi langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, Vita Suci Rahayu, sebagai upaya memperkuat partisipasi publik sekaligus meningkatkan kecerdasan pemilih dalam pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu).
Vita menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Bawaslu untuk memperluas jangkauan pendidikan politik, khususnya bagi pemilih muda dan masyarakat umum.
“Bawaslu tidak hanya hadir untuk menegakkan aturan, tetapi juga untuk mencerdaskan. Melalui Literasi Demokrasi, kami ingin menumbuhkan kesadaran warga bahwa pengawasan pemilu bukan sekadar tugas lembaga, melainkan hak dan tanggung jawab setiap warga negara,” ujar Vita, Senin 19 Januari 2026.
Program Literasi Demokrasi tersebut akan dikemas dalam empat modul utama, meliputi pengenalan Bawaslu dan sejarah pengawasan Pemilu, pencegahan dan pengawasan partisipatif, penanganan pelanggaran serta penyelesaian sengketa.
Hingga keterbukaan informasi melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Bawaslu.
“Kami ingin agar pendidikan pengawasan Pemilu bisa dinikmati siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Literasi demokrasi bukan lagi milik ruang seminar saja tetapi juga ruang digital,” tambahnya.
Program ini diharapkan menjadi ruang belajar kolaboratif yang melibatkan masyarakat, penyelenggara pemilu, serta kalangan akademisi di Kota Pasuruan.
Selain meningkatkan pemahaman publik mengenai fungsi dan peran Bawaslu, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan nilai partisipasi aktif, integritas, dan tanggung jawab sosial dalam setiap tahapan Pemilu.
Lebih lanjut, Vita menegaskan bahwa Bawaslu Kota Pasuruan akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas pemuda dalam pelaksanaan program tersebut.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Bawaslu berharap Literasi Demokrasi ini dapat menjadi model nasional dalam pendidikan politik berbasis digital yang efektif dan berdampak luas.
“Kecerdasan pemilih adalah kunci bagi tegaknya demokrasi yang bermartabat. Bawaslu hadir bukan hanya untuk mengawasi, tapi juga membangun kesadaran agar setiap warga mampu menjadi pengawas bagi suaranya sendiri,” tutup Vita.
Program Literasi Demokrasi ini rencananya akan segera diluncurkan dan dibuka secara daring melalui platform edukasi publik yang dapat diakses oleh masyarakat umum, pelajar, serta penyelenggara pemilu, khususnya di Kota Pasuruan.
