infosatu.co
Samarinda

Barongsai Borneo Master Samarinda Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya dan Perkuat Persaudaraan

Teks: Pembina Barongsai Borneo Master Samarinda, Chen Hosen bersama dengan Pelatih Ferry saat diwawancara (Infosatu.co/Andika)

Samarinda, Infosatu.co — Pembina Barongsai Borneo Master Samarinda Chen Hosen menegaskan bahwa Barongsai tidak hanya sekadar pertunjukan seni budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan lintas suku, agama, dan generasi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltiim).

Teks: Suasana Bagi Angpao perayaan Imlek 2577 Kongzili (Infosatu.co/Andika)

Menurut Hosen, pengembangan Barongsai terus dilakukan secara konsisten, terutama melalui pembinaan generasi muda.

Ia menyebut, Barongsai harus dikenalkan sejak dini agar nilai budaya dan kebersamaan yang terkandung di dalamnya dapat terus hidup di tengah masyarakat.

“Kita selalu optimis Barongsai ini bisa berkembang ke mana-mana. Tujuan utamanya adalah mempererat persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya saat diwawancarai Sabtu 21 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Barongsai Borneo Master terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis.

Antusiasme masyarakat lintas agama terhadap Barongsai, kata Hosen, menjadi bukti bahwa seni budaya ini telah diterima secara luas.

“Anggota kami tidak hanya dari satu golongan saja. Siapa pun yang ingin belajar dan melestarikan budaya Barongsai, kami sangat terbuka,” katanya.

Dalam proses pembinaan, latihan rutin menjadi kunci utama. Meski tidak selalu ada undangan tampil dalam sebuah acara, tim Barongsai Borneo Master tetap menjalani latihan secara terjadwal demi menjaga kualitas dan kekompakan pemain.

Senada dengan itu, Pelatih Barongsai Borneo Master Samarinda Ferry menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya Barongsai.

Ia menilai, tanpa keterlibatan anak muda, seni tradisi berpotensi kehilangan penerus di masa depan.

“Budaya ini harus dilestarikan. Kalau tidak ada generasi muda yang mau lanjut, nanti tidak ada penerusnya,” ujar Ferry.

Ferry mengungkapkan, ketertarikannya pada Barongsai bermula dari hobi sejak kecil yang terus ditekuni hingga kini.

Ia menilai, kunci utama bagi generasi muda yang ingin bergabung adalah niat yang kuat dan kedisiplinan dalam berlatih.

“Intinya niat dan rajin latihan. Barongsai juga butuh fisik yang kuat, jadi latihan fisik itu wajib,” katanya.

Saat ini, Barongsai Borneo Master Samarinda memiliki sekitar 20 anggota aktif yang rutin berlatih dua kali dalam sepekan.

Latihan biasanya digelar setiap Senin dan Kamis di kawasan SDK III Samarinda.

Ke depan, Ferry berharap Barongsai dapat terus berkembang dan berprestasi, termasuk berpartisipasi dalam ajang-ajang perlombaan seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Untuk itu, ia terus mendorong anggotanya agar tetap semangat dan konsisten berlatih.

“Harapannya Barongsai ini bisa terus maju, anggotanya bertambah, dan generasi muda tetap semangat melanjutkan budaya ini,” pungkasnya.

Related posts

Imlek Digelar Sederhana, Ketua MATAKIN Kaltim Tekankan Harmoni Lintas Agama di Samarinda

Andika

Satpol PP Samarinda Tunda Penyegelan Pesona Cafe di Pelita 3

Andika

Pasar Ramadan Bung Tomo Dipadati Warga di Hari Pertama Puasa, Takjil Laris Manis

Andika

You cannot copy content of this page