Pasuruan, infosatu.co – Hingga kini, banjir masih menjadi ancaman bagi warga yang tinggal di wilayah-wilayah terdampak. Ribuan rumah di wilayah Kecamatan Rejoso dan Grati Kab Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), terendam banjir, sejak Sabtu 3 Januari 2026.
Dari dua wilayah tersebut, banjir paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Rejoso.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menyebut, setidaknya ada 7desa yang berjibaku dengan banjir.
Diantaranya Desa Sadengrejo, Karang Pandan, Pandanrejo, Kawisrejo, Toyaning, Kedungbako dan Desa Jarangan.
Dari ketujuh desa tersebut, Desa Toyaning dan Sadengrejo adalah wilayah dengan genangan banjir cukup tinggi sampai ketinggian 50 cm.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, untuk wilayah Desa Sadengrejo, banjir dengan ketinggian air 50 cm terjadi di Dusun Bantengan.
Sedangkan di Desa Toyaning, dusun terdampak paling parah yakni Dusun Toyaning.
“Kalau rata-rata ketinggian air antara 20-40 cm. Tapi di Dusun Toyaning dan Dusun Bantengan, banjir sampai setinggi 50 cm,” kata Sugeng di sela-sela kesibukannya, Minggu 4 Januari 2026.
Lalu bagaimana di wilayah Kecamatan Grati, Sugeng menjelaskan bahwa banjir kali ini melanda Desa Kedawung Kulon, tepatnya di Dusun Kebrukan. Hanya saja, genangannya tak sampai lama sehingga diperkirakan akan segera surut.
“Kalau di Dusun Kebrukan sudah mulai surut, mudah-mudahan tidak turun hujan deras lagi,” imbuhnya.
Terhadap seluruh wilayah terdampak, Pemkab Pasuruan menurut Sugeng tak tinggal diam, melainkan langsung melakukan tindakan kedaruratan seperti dropping bantuan biskuit dan lainnya.
“Kami distribusikan bantuan biskuit dan makanan siap saji ke warga terdampak, karena itu yang dibutuhkan,” terangnya.
Sugeng menghimbau masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada terhadap potensi banjir, angin kencang dan tanah longsor saat musim penghujan seperti sekarang.
“Tetap hati-hati dan waspada. Semoga kita semuanya dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” imbaunya.
