infosatu.co
Samarinda

Azhar Qowim dan Arif Kurniawan Ajak Jamaah Perkokoh Kewajiban Salat

Teks: Peringatan Isra Mikraj di Masjid Jami Ar Rasyidin, Loa Bakung Samarinda.

Samarinda, infosatu.co – Di tengah realitas kehidupan umat yang kerap abai terhadap kewajiban salah meski aktivitas keagamaan terus berlangsung, peringatan Isra Mikraj di Masjid Jami Ar Rasyidin Loa Bakung dijadikan momentum untuk mengingatkan kembali esensi salat sebagai kewajiban utama yang tidak boleh ditawar.

Pesan tersebut disampaikan penceramah Azhar Qowim saat mengisi tausiyah dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar Rabu malam Kamis, 14 Januari 2026.

Ia menegaskan Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa spiritual, melainkan perintah langsung tentang sholat yang menjadi ukuran keislaman seseorang.

“Isra Mikraj itu bukan hanya cerita perjalanan Nabi, tapi perintah sholat. Kalau salat masih kita tinggalkan, berarti pesan Isra Mi’raj belum benar-benar kita pahami,” ujar Azhar Qowim di hadapan jamaah.

Menurutnya, banyak umat Islam rajin menghadiri peringatan hari besar keagamaan, namun belum sejalan dengan kedisiplinan dalam menjaga sholat lima waktu. Padahal, salat merupakan ibadah pertama yang akan dimintai pertanggungjawaban.

“Salat itu bukan pelengkap ibadah, tapi fondasi. Kalau sholatnya rusak, ibadah lain akan ikut terdampak,” tegasnya.

Peringatan Isra Mikraj tersebut berlangsung di Masjid Jami Ar Rasyidin, Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, dan dihadiri tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta jamaah dari lingkungan Perum Korpri Loa Bakung.

Hadir pula Arif Kurniawan, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda. Ia menilai peringatan Isra Mikraj seharusnya tidak berhenti pada agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki kualitas keimanan dan praktik ibadah umat Islam.

“Isra Mikraj harus kita jadikan momentum untuk memperkuat iman dan komitmen keislaman, terutama dalam menjaga salat. Jangan hanya ramai saat peringatannya, tapi sepi dalam pengamalannya,” kata Arif Kurniawan.

Ia menambahkan, konsistensi salat tidak hanya berdampak pada hubungan spiritual dengan Tuhan, tetapi juga tercermin dalam sikap, etika, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

“Kalau salatnya terjaga, insyaallah perilaku sosialnya juga akan lebih tertib, jujur, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sungai Kunjang Dwi Siti Norbayah, Ketua DMI Kecamatan Sungai Kunjang Yunus Sukari, pengurus yayasan, takmir masjid, serta tokoh dan warga Muslim setempat.

Peringatan Isra Mikraj ditutup dengan doa bersama, dengan harapan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Related posts

Bapenda Samarinda Awasi Sistem Parkir Pajak, Pembayaran Tunai Diminta Dilaporkan

Firda

Samakan Data Pendapatan, Bapenda Samarinda Mulai Rekonsiliasi Rutin Tiap Bulan

Firda

DLH Samarinda Soroti Pengolahan Limbah Mie Gacoan, Minta Bangun IPAL Pisahkan Minyak dari Air

Andika

You cannot copy content of this page