infosatu.co
BONTANG

Andi Sofyan Dorong Remaja Kawal Pembangunan Agar Tak Warisi Krisis Lingkungan

Teks: Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam saat memberikan pemaparan di hadapan Duta GenRe Kota Bontang, Selasa, 3/3/2026. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, infosatu.co – Pergantian generasi tinggal menunggu waktu. Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Andi Sofyan Hasdam, mengingatkan kepada para remaja.

Menurut Andi Sofyan Hasdam, remaja hari ini akan menggantikan pemimpin yang ada, sehingga kualitas diri dan keberanian mengawal pembangunan menjadi keharusan.

“Saya senang hari ini bertemu dengan generasi berjenjang. Remaja adalah pemilik masa depan. Kami yang ada ini selangkah lagi akan selesai, tetapi masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” ujarnya saat memberikan arahan kepada Duta Generasi Perubahan (GenRe) Kota Bontang, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan hari ini harus bersifat berkelanjutan.

Ia menjelaskan pembangunan berkelanjutan berarti memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengurangi hak generasi mendatang.

“Kalau ada pembangunan yang boros energi, merusak lingkungan, kalian harus berani memprotes. Karena yang akan mewarisi dampaknya adalah kalian,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kerusakan lingkungan akibat pembangunan yang tidak terkontrol hanya akan menyisakan persoalan seperti banjir dan degradasi sumber daya alam bagi generasi berikutnya.

Selain isu lingkungan, Andi Sofyan juga menyoroti tantangan besar berupa pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat signifikan.

“Dulu waktu Rhoma Irama menyanyikan lagu tentang 130 juta penduduk Indonesia, itu masih relevan. Sekarang jumlah penduduk kita sudah lebih dari 274 juta. Bayangkan pertambahannya,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk membawa konsekuensi besar terhadap kebutuhan pangan, energi, perumahan, pendidikan, dan lapangan kerja. Tanpa pengelolaan yang baik, hal tersebut bisa menjadi beban sosial di masa depan.

Ia pun mengingatkan bahwa generasi muda akan segera menggantikan generasi yang saat ini memegang pemerintahan dan berbagai lembaga sosial.

“Mau tidak mau nanti kalian yang memegang tanggung jawab pemerintahan. Maka kalian harus berkualitas, harus siap,” ujarnya.

Sebagai contoh keberhasilan pembangunan berbasis kualitas sumber daya manusia, ia menyinggung Singapura di bawah kepemimpinan Lee Kuan Yew.

“Singapura tidak mengandalkan minyak, gas, atau batu bara. Mereka mengandalkan orang pintar. Pendidikan menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh terus bergantung pada sumber daya alam seperti batu bara dan minyak tanpa membangun kualitas manusianya.

“Kalau sumber daya alam habis, apa yang kita andalkan? Karena itu pendidikan dan kualitas generasi muda adalah kunci,” tutupnya.

Related posts

2.700 Remaja Hidup dengan HIV, Ketua Komite I DPD RI Soroti Darurat Sosial Generasi Muda

Rizki

Andi Faiz: KKSS Harus Memberikan Kontribusi Poistif Bagi Masyarakat Bontang

Dewi

Pemuda Pancasila Bontang Buka Posko Donasi Korban Banjir Bandang Aceh-Sumatra

Rizki

You cannot copy content of this page