Samarinda, infosatu.co – Angka golput di Kota Samarinda pada pemilihan umum (pemilu) sebelumnya cukup mengkhawatirkan. Menurut data resmi yang diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, angka golput pada pemilihan umum 2019 mencapai 48 persen.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan keprihatinannya terhadap angka golput yang tinggi. Ia menegaskan partisipasi masyarakat sangat penting dalam proses demokrasi.
Ia memandang perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Kota Samarinda, termasuk mengatasi masalah golput.
“Kami ingin mendorong seluruh warga Kota Samarinda untuk menggunakan hak suara mereka pada Pemilu 2024. Kirab pemilu ini diharapkan bisa menjadi awal yang baik untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih,” kata Andi Harun usai kegiatan Kirab Pemilu Tahun 2024 di Museum Samarinda Jalan Bhayangkara Kota Samarinda, Minggu (2/4/2023).
Orang nomor satu Kota Tepian itu juga menekankan pentingnya pemilihan yang tepat sebagai suara rakyat dalam menentukan masa depan daerah. Ia meminta masyarakat untuk tidak menyepelekan hak suara yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa. “Kita harus menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dan membela kepentingan rakyat. Dengan memilih pemimpin yang tepat, kita juga turut serta memperjuangkan kepentingan rakyat,” tambah Andi Harun.
Ia berharap agar angka golput yang terjadi pada Pemilu sebelumnya tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan hak pilihnya dengan bijak dan bertanggung jawab untuk memilih pemimpin yang tepat demi kemajuan Kota Samarinda.
“Ya kami mendorong semua elemen bahu membahu, bergandengan tangan mensukseskan Pemilu 2024,” harapnya.
