infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Andi Harun: Kajian Ramadan di Balai Kota Samarinda Perkuat Spiritualitas ASN

Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Harun, menegaskan bahwa kegiatan diskusi dan kajian Ramadan di Musala Ar-Raudah Balaikota Samarinda merupakan tradisi tahunan yang terus dijaga.

Kegiatan tersebut diisi dengan kajian keagamaan dari berbagai narasumber, ulama, dan tokoh alim sebagai bagian dari pembinaan spiritual bagi jajaran Pemerintah Kota Samarinda.

“Memang tradisi setiap bulan Ramadan di Balai Kota, kita mengisinya di siang hari dengan kajian-kajian keagamaan dari berbagai narasumber agar pegawai kita dan para pejabat menggunakan momentum Ramadan untuk mengkaji Al-Qur’an dan hadis Nabi, supaya derajat spiritualitas kita meningkat,” ujarnya, Senin, 23 Februari 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan spiritualitas itu penting untuk memperkuat peran aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelayan publik.

Ramadan, menurutnya, bukan hanya bulan ibadah pribadi, tetapi juga momentum memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Andi Harun menekankan bahwa puasa mengajarkan lebih dari sekadar kepatuhan formal.

Ia menyebut, puasa tidak cukup hanya memenuhi aspek legalitas syariat, tetapi harus melahirkan integritas spiritual.

“Puasa itu hendaknya selain memenuhi aspek legalitas syariah juga melahirkan dampak berupa integritas spiritual pada diri setiap orang yang berpuasa,” tegasnya.

Secara fisik, puasa memang menuntut seseorang menahan diri dari makan dan minum saja. Jika hanya sampai pada tahap itu, puasa baru sebatas menggugurkan kewajiban.

Namun yang lebih penting, baginya adalah meningkatnya lapisan kesadaran spiritual sebagai bagian dari pembentukan nilai ketakwaan.

Ia kemudian menganalogikan hal tersebut dalam tata kelola pemerintahan. Membuat surat keputusan (SK) atau aturan memang penting dan wajib secara hukum.

Namun jika tujuan pembentukan aturan itu disimpangkan, maka secara legal tetap sah, tetapi tidak mencapai maksud yang sebenarnya.

“Ya sama dengan puasa. Tidak cukup hanya menjaga dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan, tapi harus melahirkan perilaku spiritual yang meningkat,” katanya.

Andi Harun juga mengingatkan bahwa puasa merupakan tradisi syariat yang berkelanjutan.

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 disebutkan bahwa puasa diwajibkan sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW.

Artinya, puasa adalah tradisi spiritual panjang yang tujuannya satu, yakni penyucian jiwa.

Menurutnya, penyucian itu membentuk pribadi berkarakter spiritual yang tidak hanya mampu melindungi diri dari hal-hal yang menurunkan integritas, tetapi juga mendorong untuk berbuat baik kepada orang lain.

Ia menutup dengan mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Nilai itulah, yang harus dihadirkan dalam pelayanan pemerintahan.

“Puasa itu proses. Tidak harus langsung sempurna, tetapi ada peningkatan kesadaran. Dari situlah lahir integritas dan manfaat bagi orang lain,” pungkasnya.

Related posts

Andi Harun Ajak Jadikan Puasa Sebagai Perjalanan Sadar Menuju Takwa

Firda

Saefuddin Ajak Warga Rawat Samarinda Lewat Semangat Kebersamaan di Safari Ramadan

Firda

Tenpias Pasar Pagi Kembali Dikeluhkan, Andi Harun Pastikan Perbaikan Diproses 2026

Firda

You cannot copy content of this page