Samarinda, Infosatu.co — Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan pembangunan fuel terminal di Palaran tidak hanya berorientasi pada penguatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), tetapi juga diharapkan memberi dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Andi Harun saat menanggapi pertanyaan mengenai manfaat ekonomi dari proyek yang digarap PT Pertamina Patra Niaga tersebut.
Ia mengaku telah meminta secara langsung kepada manajemen Patra Niaga agar tenaga kerja yang terlibat, khususnya saat operasional terminal berjalan, dapat mengakomodasi putra-putri daerah.
“Saya minta agar tenaga kerja yang terlibat nanti banyak mengakomodir warga Samarinda. Bahkan jika ada kebutuhan SDM khusus, tolong diberitahu agar kami bisa menyiapkan melalui BLK atau pelatihan lainnya,” ujar wali kota, Selasa 3 Maret 2026.
Menurutnya, langkah itu penting agar ke depan tidak muncul alasan bahwa sumber daya manusia lokal belum siap. Pemkot ingin memastikan masyarakat Samarinda mendapat manfaat langsung dari investasi yang masuk.
Selain penyerapan tenaga kerja, Andi Harun menyebut dampak ekonomi turunan (multiplier effect) akan terasa signifikan.
Aktivitas industri diyakini akan menggerakkan sektor transportasi, warung makan, penginapan, hingga usaha kecil di sekitar lokasi maupun di wilayah kota secara umum.
“Memang bukan dari pengolahan minyaknya secara langsung, tetapi dari perputaran ekonomi yang ditimbulkan oleh aktivitas industri itu yang akan berdampak pada peningkatan PAD,” jelasnya.
Ia menambahkan, terminal tersebut nantinya tidak hanya melayani kebutuhan Samarinda, tetapi juga wilayah sekitar seperti Tenggarong dan kawasan penyangga lainnya, sehingga potensi dampak ekonominya lebih luas.
Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga mendorong agar kapasitas terminal dapat dioptimalkan.
Ia menyarankan agar lahan dan kapasitas penyimpanan diperbesar guna mengantisipasi kebutuhan jangka panjang.
Ia menegaskan lahan yang digunakan merupakan milik Patra Niaga dan telah ada sebelum dirinya menjabat sebagai wali kota.
Pemerintah kota, kata dia, hanya menerbitkan izin lokasi dan terus melakukan komunikasi intensif agar proyek tersebut segera direalisasikan.
“Izin lokasi sudah ditandatangani sejak 2021. Komunikasi terus kami lakukan. Memang cukup lama, tetapi akhirnya bisa dimulai. Ini hasil dari koordinasi yang konsisten,”urainya.
Berbeda dari fokus sebelumnya pada ketahanan pasokan energi, Andi Harun kali ini menekankan aspek manfaat ekonomi dan keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal sebagai nilai strategis pembangunan fuel terminal di Palaran.
