infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Anak Berau Mau Jadi Insinyur, Alifia dan Peran Gratispol Mengubah Masa Depannya

Teks: Alifia Deviasrie Insyira, Mahasiswi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Berau.

Samarinda, infosatu.co – Di sebuah wilayah di Berau, tepatnya di Pulau Sambit, Tanjung Redeb, seorang remaja bernama Alifia Deviasrie Insyira tumbuh dengan mimpi yang ia genggam erat. Menjadi seorang insinyur.

Sejak kecil, ia percaya bahwa dunia teknik bukan hanya soal angka dan bangunan, tetapi tentang membangun masa depan daerah tempatnya lahir.

Namun seperti banyak anak daerah lainnya, mimpi itu hampir kandas sebelum benar-benar dimulai.

Setelah dinyatakan lolos sebagai mahasiswi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Berau, Alifia justru dihadapkan pada tantangan biaya, uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp5 juta per semester. Jumlah yang tak sedikit.

“Saya ingin sekali kuliah, tapi sempat takut membebani orang tua. Biayanya berat,” kenangnya.

Ketika Gratispol Pendidikan Memberi Harapan

Harapan itu datang melalui sosialisasi kampus mengenai Program Gratispol Pendidikan Kaltim, sebuah program bantuan pendidikan yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Bagi Alifia, informasi itu seperti pintu yang tiba-tiba terbuka.

“Saya langsung mendaftar karena ingin kuliah tanpa membebani ekonomi keluarga,” ujarnya.

Setelah dinyatakan lolos, beban berat yang selama ini menghantuinya seketika hilang. Seluruh biaya kuliah, termasuk UTS dan UAS, kini sepenuhnya ditanggung pemerintah.

“Menerima Gratispol membuat saya bisa fokus kuliah. Tidak lagi memikirkan biaya sama sekali,” ujarnya dengan mata berbinar.

Keyakinannya untuk menyelesaikan pendidikan pun tumbuh kembali.

“Dulu saya pesimis bisa menyelesaikan kuliah, tapi dengan Gratispol, semuanya jadi lebih lancar,” tuturnya.

Mimpi Menjadi Insinyur untuk Membangun Kaltim

Di balik pilihan jurusannya, Alifia menyimpan misi yang lebih besar. Ia melihat langsung bagaimana infrastruktur di beberapa wilayah Kaltim masih perlu banyak perbaikan.

“Saya ingin berkontribusi sebagai insinyur. Banyak infrastruktur jalan yang belum baik, dan saya ingin membantu memperbaikinya,” tegasnya.

Baginya, Teknik Sipil bukan hanya tentang pekerjaan impian, tetapi jalan untuk mengabdi.

Dengan pendidikan yang ia jalani sekarang, ia ingin suatu hari nanti dapat bekerja di bidang pembangunan wilayah dan membantu daerah-daerah seperti Berau berkembang lebih cepat.

“Dengan pendidikan ini, saya berharap bisa mendapatkan pekerjaan dan memberikan kontribusi untuk kemajuan Kaltim,” katanya.

Gratispol dan Harapan untuk Daerah 3T

Meski sangat bersyukur, Alifia menilai program Gratispol masih memiliki ruang untuk diperkuat agar manfaatnya lebih merata, terutama bagi mahasiswa di wilayah 3T.

“Kaltim itu luas dan kontur wilayahnya luar biasa. Masih banyak daerah 3T yang sebenarnya butuh bantuan biaya dan akses informasi,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya menyalurkan program, tetapi juga melakukan pendampingan bagi calon mahasiswa yang tinggal jauh dari pusat kota.

“Jangan cuma diberi program, tapi juga didampingi agar manfaatnya benar-benar sampai ke mereka yang paling membutuhkan.”

Ia juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran.

“Masih ada penerima yang bermalas-malasan kuliah. Padahal banyak orang lain yang lebih pantas dan benar-benar ingin mencari ilmu,” katanya.

Kini, dengan tas ransel berisi buku-buku teknik, Alifia melangkahkan kakinya menuju masa depan dengan rasa percaya diri.

Baginya, Gratispol bukan hanya bantuan pendidikan, melainkan kesempatan hidup, sesuatu yang memungkinkan mimpinya tetap hidup.

“Saya ingin menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik. Itu bentuk kontribusi pertama saya untuk Kaltim,” tutupnya. (Adv Diskominfo Kaltim)

Editor: Nur Alim

Related posts

Kuota Seribu Takjil Tak Cukup, Warga Minta Pembagian Lebih Tertib

Andika

Warga Sambut Antusias Pembagian di Bulan Ramadan, Berharap Program Terus Berlanjut

Andika

OPD Pemprov Kaltim Bergiliran Bagikan Takjil hingga Maret, Antusias Warga Memuncak

Andika

You cannot copy content of this page