Samarinda, infosatu.co – Kepergian mantan Pj Sekprov Kaltim Meiliana binti Muhammad Adnan Sabirin atau yang akrab disapa Bunda Mei meninggalkan duka mendalam bagi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin.
Menurut Jaya Mualimin, sosok almarhumah dikenang sebagai figur perempuan kuat, inspiratif dan penuh semangat dalam pengabdian birokrasi. Almarhumah Meiliana wafat pada Selasa 7 April 2026 sekitar pukul 18.00 di rumahnya dalam keadaan istirahat tanpa riwayat penyakit.
Jaya Mualimin menyebut almarhumah sebagai “wanita panglima” yang menjadi teladan bagi aparatur sipil negara (ASN), tidak hanya di Kaltim, tetapi juga secara nasional.
“Kami mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Beliau adalah sosok wanita panglima, menjadi inspirasi bagi seluruh ASN di Kalimantan Timur, bahkan nasional,” ungkap Jaya Mualimin, diwawancarai media usai melayat di rumah duka, Selasa malam, 7 April 2026.
Menurutnya, kiprah almarhumah yang pernah menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekprov) Kaltim hingga dipercaya di Lembaga Administrasi Negara (LAN) membuat namanya dikenal luas.
“Secara nasional beliau sudah dikenal. Sosok luar biasa ini menjadi inspirasi bagi perempuan di seluruh Indonesia,” katanya.
Selain itu, Jaya mengungkapkan kepergian almarhumah cukup mengejutkan, mengingat selama ini dikenal sebagai pribadi yang energik dan tidak menunjukkan keluhan kesehatan.
“Selama kami berinteraksi, beliau orang yang energik, tidak ada keluhan apa-apa. Kami juga kaget mendengar kabar ini,” ucapnya.
Lebih jauh, Jaya mengatakan almarhumah dikenal sebagai sosok yang aktif membangun inovasi pelayanan publik, termasuk di sektor kesehatan. Ia bahkan pernah mengajak dirinya terlibat dalam tim peningkatan pelayanan publik lintas provinsi.
“Beliau sering mengingatkan bahwa PNS harus kreatif, inovatif, tidak mudah menyerah, dan mampu beradaptasi. Itu yang sampai sekarang kami pegang,” jelasnya.
