Kuala Lumpur, infosatu.co – Rapat Komite Utama Nasional Visit Malaysia 2026 (VM2026) telah menyetujui perpanjangan kampanye hingga akhir 2027, dengan syarat mendapat persetujuan kabinet.
Hal ini disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi pada Senin,6 April 2026..
“Perpanjangan yang diusulkan ini akan memungkinkan Malaysia untuk menerapkan pendekatan yang lebih proaktif dalam memperkuat strategi promosi dan memposisikan negara sebagai destinasi wisata yang aman, stabil, dan kompetitif,” ungkap Hamidi dalam pernyataan.
Langkah ini juga akan memungkinkan Malaysia untuk merespons pola perjalanan global yang terus berubah serta tantangan eksternal yang memengaruhi industri pariwisata.
Wakil perdana menteri itu mengatakan perkembangan global saat ini, termasuk konflik di Timur Tengah, telah berdampak signifikan terhadap stabilitas regional dan sektor pariwisata global.
Menurutnya, kedatangan wisatawan dari Asia Barat diperkirakan akan menurun antara 11 hingga 27 persen, yang berdampak pada destinasi wisata populer di seluruh Asia dan kawasan ASEAN.
Konflik tersebut telah mengganggu rute penerbangan internasional dan meningkatkan biaya perjalanan akibat kenaikan harga bahan bakar dan biaya transportasi, yang berpotensi mengurangi kepercayaan wisatawan dan memengaruhi arus perjalanan global dalam jangka pendek.
“Dengan adanya konflik di Timur Tengah akan berpengaruh rute penerbangan internasional, sehingga dampaknya ke wisatawan,”terangnya.
