infosatu.co
Samarinda

Awal Ramadan Orderan Gojek Pesanan Layanan Antar Makanan Relatif Normal

Teks: Rizki, driver Gojek (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co – Memasuki hari ke-4 Ramadan, lonjakan pesanan layanan antar makanan melalui aplikasi ojek online belum begitu terasa.

Rizki, seorang driver Gojek di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menyebut jumlah orderan masih relatif normal dibanding hari biasa.

Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan karena masyarakat masih memilih memasak sendiri di rumah pada awal Ramadan.

“Orderan masih belum banyak, mungkin karena masih awal-awal puasa ya, orang-orang masih masak sendiri di rumah,” ujarnya, Minggu, 22 Februari 2026.

Meski demikian, Rizki mengakui ada peningkatan aktivitas saat mendekati waktu berbuka puasa.

Sekitar satu hingga dua jam sebelum azan magrib, notifikasi pesanan mulai berdatangan lebih sering dibanding jam lainnya.

“Yang ramai itu pas dekat mau berbuka puasa. Biasanya mulai sore menjelang magrib,” katanya.

Untuk jenis pesanan, makanan berat dan takjil menjadi menu yang paling banyak dipesan pelanggan.

“Menu seperti nasi dan lauk siap saji, ayam goreng, sayur masak, serta aneka gorengan dan minuman manis yang paling sering dipesan,” ungkapnya.

Namun secara keseluruhan, ia menilai peningkatan tersebut belum terlalu signifikan karena masih hari pertama. Rizki memprediksi lonjakan pesanan baru akan terasa waktu pertengahan ramadan.

“Biasanya kalau sudah semingguan puasa, pertengahan itu, orderan mulai naik. Orang sudah mulai capek masak sendiri,” tambahnya.

Menjalani profesi sebagai pengemudi ojek online di bulan puasa tentu bukan hal mudah.

Rizki mengakui kondisi tubuh terasa lebih lemas dibanding hari biasa, apalagi saat cuaca panas dan harus berkeliling cukup jauh untuk mengantar pesanan.

“Kalau puasa pasti terasa lemas, apalagi keliling dari siang sampai sore. Tapi ya harus dijalani,” tuturnya.

Meski begitu, ia tetap mengingat tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Bagi Rizki, bekerja di bulan Ramadan bukan hanya soal mengejar orderan, tetapi juga bagian dari ikhtiar mencari nafkah untuk istri dirumah.

“Yang penting ingat tujuan kerja untuk mencari nafkah buat istri. Itu yang bikin tetap semangat walaupun lagi puasa begini,” ujarnya.

Ia menanamkan niat dan tekad sejak awal Ramadan agar bisa menjalankan ibadah sekaligus bekerja dengan baik.

Pengaturan waktu istirahat dan memilih jam operasional yang tepat menjadi salah satu strategi agar kondisi fisik tetap terjaga.

“Kita tanamkan niat dari awal. Atur waktu juga supaya tetap kuat kerja sambil puasa. Kalau sudah niat, Insyaallah kuat kita,” ungkapnya.

Selain menjaga stamina, tantangan lain adalah memastikan pesanan sampai tepat waktu, terutama saat lalu lintas mulai padat menjelang berbuka.

Rizki mengandalkan pengalaman dan pemahaman rute untuk menghindari kemacetan.

“Kita harus pandai atur waktu dan cari jalan pintas supaya tidak kena macet. Kalau bisa ambil rute alternatif, jadi pesanan tetap sampai tepat waktu dan tidak mengecewakan customer,” jelasnya.

Rizki pun berharap, seiring berjalannya Ramadan, jumlah pesanan akan meningkat sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, sekaligus tetap menjalani ibadah dengan khusyuk di bulan suci.

Related posts

Usung Nuansa Madinah, PSA X Miftahul Jannah Percaya Diri Pertahankan Tradisi Juara Lomba Beduk

Firda

Barongsai Borneo Master Samarinda Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya dan Perkuat Persaudaraan

Andika

Imlek Digelar Sederhana, Ketua MATAKIN Kaltim Tekankan Harmoni Lintas Agama di Samarinda

Andika

You cannot copy content of this page