Samarinda, Infosatu.co — Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kalimantan Timur (Kaltim) Deddy Rusli menegaskan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Samarinda tahun ini digelar secara lebih sederhana dengan mengedepankan esensi ibadah dan kebersamaan lintas agama.
Kesederhanaan perayaan Imlek kali ini, kata Deddy, juga mempertimbangkan kondisi sejumlah wilayah yang terdampak banjir, sehingga umat Khonghucu memilih untuk tidak terlalu menonjolkan aspek seremonial.
“Kita lebih mengutamakan ibadah. Ritual tetap berjalan, tetapi tidak terlalu besar. Yang penting maknanya,” ujar Deddy, Sabtu 21 Februari 2026.
Meski digelar sederhana, perayaan Imlek tetap menjadi ruang silaturahmi lintas agama. Deddy menyebutkan, pihaknya mengundang perwakilan enam majelis agama dalam perjamuan lintas iman sebagai simbol kuatnya toleransi di Kalimantan Timur.
Menurutnya, harmonisasi antarumat beragama di Samarinda dan Kalimantan Timur telah terjalin lama dan terbukti melalui kehadiran lintas agama dalam berbagai perayaan keagamaan, mulai dari Natal, Waisak, Halal Bihalal, hingga Hari Amal Bakti.
“Kami sering saling hadir. Komunikasi lintas agama juga berjalan baik, bahkan sampai kunjungan ke daerah-daerah,” katanya.
Deddy juga menyoroti momen unik tahun ini, di mana perayaan Imlek berdekatan dengan Rabu Abu dan awal Ramadan. Ia menilai kondisi tersebut justru mencerminkan kuatnya toleransi dan kedewasaan umat beragama dalam menyikapi perbedaan.
“Ini momen yang sangat baik. Imlek, Rabu Abu, dan Ramadan berdekatan, tapi semua berjalan saling menghormati,” ujarnya.
Selain itu, ia mengapresiasi peran pemerintah daerah yang dinilainya konsisten menjaga kerukunan umat beragama.
Menurut Deddy, indeks kerukunan di Kalimantan Timur berada di atas rata-rata nasional, sehingga menciptakan suasana aman dan damai bagi seluruh pemeluk agama.
Menutup pernyataannya, Deddy berharap umat Khonghucu ke depan semakin berkembang, khususnya dari kalangan generasi muda.
Ia menilai partisipasi umat pada perayaan Imlek tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Banyak anak muda yang hadir. Ini pertanda baik, umat Khonghucu mulai tumbuh dan berani kembali mengekspresikan identitasnya,” pungkasnya.
