Samarinda, Infosatu.co — Owner Media Sukri Indonesia (MSI) Group Mohammad Sukri, menegaskan pentingnya kreativitas liputan dan kedalaman relasi dengan narasumber.
Hal ini menurut Sukri, agar karya jurnalis memiliki daya baca tinggi dan tidak tenggelam di tengah arus berita seragam.
Menurut Sukri, tidak semua fitur atau agenda harus dimuat secara mentah. Yang terpenting adalah bagaimana berita tersebut relevan, menarik, dan dibaca oleh banyak orang.
Ia mencontohkan liputan yang terlalu seragam, seperti isu yang berulang tanpa sudut pandang baru, cenderung diabaikan pembaca kecuali oleh komunitas tertentu.
“Kalau beritanya sama, orang tidak akan baca. Tapi kalau kita masuk ke komunitas, berita itu akan menyebar dari satu orang ke orang lain,” ujarnya saat evaluasi, Rabu 18 Februari 2026.
Ia mendorong wartawan untuk tidak terpaku pada agenda resmi semata.
Menurutnya, ide liputan bisa ditemukan di mana saja, termasuk ruang publik seperti pusat perbelanjaan, kampus, hingga komunitas masyarakat.
“Jalan ke mall saja bisa dapat banyak berita. Mata kita lebih segar ide lebih hidup,” katanya.
Selain ide, Sukri menekankan pentingnya membangun relasi dengan narasumber.
Wartawan harus aktif memperkenalkan diri, menjaga komunikasi, dan tidak hanya datang saat membutuhkan pernyataan.
Relasi yang baik akan mempermudah akses informasi dan membuka peluang liputan lanjutan.
“Kalau kamu tidak pernah datang ke narasumber, kamu tidak akan dikenal sebagai wartawan. Relasi itu investasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar wartawan memperbanyak sudut pandang dalam satu isu dan menghindari liputan beramai-ramai dengan angle yang sama.
Setiap reporter dituntut memiliki ciri khas dan keberanian mencari sudut berbeda.
Sukri turut menyoroti pentingnya ketelitian teknis, mulai dari penulisan caption foto, kredit foto, hingga konsistensi penulisan naskah agar tidak menimbulkan kesalahan saat publikasi.
Selain itu, ia mengingatkan kehati-hatian dalam penggunaan media sosial dan pentingnya konfirmasi untuk menghindari hak jawab.
“Wartawan hebat itu bukan yang ikut arus, tapi yang punya karakter, peka isu, dan berani beda,” pungkasnya.
