Samarinda, Infosatu.co — Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kaltim Jaya Mualimin, menyatakan operasional salah satu layanan makanan di lingkungan fasilitas kesehatan masih dihentikan (distop) sementara sambil menunggu hasil evaluasi dan pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Jaya mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan akhir hasil pemeriksaan di lokasi yang sebelumnya disorot.
“Saya belum dapat laporan resminya. Mudah-mudahan hari ini sudah ada, nanti akan saya sampaikan,” ujarnya Rabu 18 Februari 2026.
Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan menyeluruh, terutama terkait pengelolaan dapur dan sumber makanan.
Menurutnya, dapur layanan makanan idealnya dikelola sendiri, meski terdapat kemungkinan bahan atau makanan olahan tertentu berasal dari pihak ketiga.
Namun, seluruh proses tersebut tetap harus mengikuti prosedur dan standar yang berlaku.
“Semua ada aturannya. Termasuk bahan olahan dari luar, itu tetap harus melalui pengecekan. Nanti akan kami pastikan apakah prosedur itu sudah dijalankan atau belum,” katanya.
Saat ini, operasional layanan tersebut masih dihentikan sementara. Evaluasi akan dimulai dari awal, mulai dari pemeriksaan penjamah makanan, sarana prasarana dapur, hingga seluruh persyaratan SLHS terpenuhi.
“Kalau SLHS sudah keluar, baru bisa beroperasi lagi. Kalau belum, ya kita mulai dari nol,” tegasnya.
Selain membahas evaluasi layanan kesehatan, Jaya juga menyinggung rapat terkait optimalisasi pengumpulan zakat di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ia menyebut Komisi IV memiliki perhatian khusus agar zakat pegawai, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dapat dikelola secara maksimal melalui Baznas.
“Zakat itu kita dorong dikumpulkan lewat Baznas karena sudah sinergi dengan pemerintah daerah. Nantinya dana zakat itu juga kembali mendukung kegiatan OPD masing-masing,” jelasnya.
