infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Naik Bus di Tepi Jalan, Kondisi Terminal Sungai Kunjang Ditinggalkan Penumpang

Teks: Koordinator Terminal Sungai Kunjang dari Dishub Kaltim, Eko Novianto saat menjelaskan keadaan terminal (Infosatu.co/Andika)

Samarinda, Infosatu.co — Koordinator Terminal Bus Sungai Kunjang dari Dinas Perbubungan Kalimantan Timur (Kaltim) Eko Novianto, mengungkapkan rendahnya aktivitas penumpang di Terminal Sungai Kunjang.

Teks: Kondisi Terminal Sungai Kunjang (Infosatu.co/Andika)

Hal ini disebabkan kebiasaan masyarakat yang memilih naik bus dari luar area terminal, khususnya di sepanjang jalur Jalan Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto.

Menurut Eko, sejak terminal kembali aktif pada Desember tahun lalu, jumlah armada bus yang beroperasi sebenarnya cukup banyak.

Namun, penumpang enggan masuk ke terminal karena bus tujuan Balikpapan tetap melintas di luar terminal.

“Penumpang merasa lebih hemat kalau menunggu di luar. Kalau masuk ke terminal, ada tambahan jarak dan biaya,” ujarnya, Senin 16 Februari 2026.

Ia menjelaskan, umumnya hanya penumpang yang ingin mendapatkan kursi depan yang bersedia masuk ke terminal.

Sementara penumpang lainnya memilih menunggu di luar, meski kondisi terminal terlihat kosong.

Eko menegaskan, pihak terminal memiliki keterbatasan kewenangan dalam pengawasan.

Aktivitas di luar terminal bukan menjadi tanggung jawab pengelola terminal provinsi.

“Pengawasan kami hanya di dalam terminal. Kalau di luar itu sudah kewenangan lain,” katanya.

Ia menyebut, praktik menaikkan penumpang di luar terminal sempat ditertibkan. Namun kondisi tersebut kembali berulang setelah penertiban dilakukan.

Selain itu, pola operasional bus turut memengaruhi kondisi terminal.

Sopir bus umumnya menunggu minimal 14 penumpang sebelum berangkat.

Jika jumlah tersebut belum terpenuhi, penumpang akan dialihkan ke armada berikutnya.

“Setiap bus minimal 14 penumpang. Kalau belum cukup penumpang, ya menunggu lagi,” jelasnya.

Eko menilai, selama penumpang masih bisa naik di luar terminal, maka aktivitas di dalam terminal sulit mengalami peningkatan signifikan

Related posts

Sidak HBKN, Disperindagkop Kaltim Pastikan Produk di Balikpapan Aman

Andika

DLH Kaltim: Dorong Multiusaha, Jaga Hutan Tanpa Tinggalkan Nilai Ekonomi

Firda

Pengelolaan Bentang Alam Wehea–Kelay Didorong Lebih Terpadu dan Berkelanjutan

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page