Samarinda, infosatu.co – Wakil Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Saefuddin Zuhri, memastikan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) akan terus dilanjutkan.
Ia menilai program tersebut memberi dampak nyata bagi masyarakat sehingga perlu dijaga keberlangsungannya.
Pernyataan itu Saefuddin sampaikan usai mengikuti diskusi publik bertajuk “Probebaya tanpa Andi Harun (AH), Bisa?” yang digelar Arusbawah di Gedung Science Learning Center (SCL) FMIPA Unmul, Minggu, 15 Februari 2026.
Menurut Saefuddin, forum diskusi seperti itu penting karena memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan dan masukan.
Ia mengaku diskusi tersebut cukup menyemangati semua pihak.
“Alhamdulillah diskusi publik hari ini cukup menyemangati kita semua, karena diperuntukkan bagi masyarakat, kaitannya dengan Probebaya,” ujarnya.
Ia menegaskan, Probebaya merupakan program unggulan Pemerintah Kota Samarinda yang harus dijalankan dengan pengawasan dan administrasi yang tertib agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
“Tentunya Probebaya adalah program unggulan Pemerintah Kota Samarinda, yang harus berjalan dengan baik, pengawasan baik, administrasi baik, dan akhirnya masyarakat terdampak menjadi baik,” katanya.
Terkait berbagai catatan yang muncul dalam diskusi, terutama soal transparansi, Saefuddin menilai pada dasarnya laporan dan mekanisme di pemerintah daerah sudah tersedia.
Hanya saja, menurutnya, informasi tersebut belum sepenuhnya tersampaikan kepada semua pihak.
Menurutnya, program tersebut akan terus dilanjutkan sembari dilakukan pembenahan. Saefuddin mengakui pelaksanaannya masih membutuhkan penyempurnaan agar ke depan bisa lebih optimal.
Masa kepemimpinannya yang baru memasuki tahun pertama, menurutnya, menjadi momentum untuk membenahi pelaksanaan program tersebut.
“Kalau Probebaya harus dilanjutkan. Kan saya baru setahun. Ini tentunya berjalan terus, perbaikan-perbaikan terus,” ucapnya.
Menanggap tentang rencana melangkah sebagai Wali Kota di 2029 mendatang, Saefuddin menyebut hal itu sebagai bagian dari ikhtiar. Namun, menurutnya, yang terbaik tetap ditentukan oleh Tuhan.
“Namanya rencana tetap ada, insyaallah. Tapi Allah yang menentukan yang terbaik. Yang penting kerja dulu dengan Probebaya yang ada ini,” katanya.
Tentang Probebaya tanpa figur Andi Harun, Saefuddin tidak ingin memperpanjang perdebatan.
Menurutnya, yang paling penting adalah manfaat program tersebut bagi masyarakat.
“Kalau masalah itu terserah yang mengartikan. Yang penting program ini amat sangat bagus untuk masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, muncul pula usulan agar Probebaya dijadikan Peraturan Daerah (Perda). Saefuddin menyebut semua kebijakan tentu memiliki tahapan yang harus dilalui sesuai mekanisme yang berlaku.
“Itu semua proses. Kalau ada yang mengusulkan jadi seperti itu, ya proses,” pungkasnya.
