Samarinda, infosatu.co – Dewan Pimpinan Kota (DPK) Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN MI) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya untuk mentransformasi organisasi dari sekadar wadah seremonial menjadi mitra strategis pemerintah.

Ketua DPK GBN Samarinda, Makmur Ratno Jaya (Maraja) menyatakan bahwa Rapim ini merupakan langkah krusial untuk merumuskan program kerja yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, merujuk pada petunjuk pimpinan provinsi dan pusat.
“Selain amanah Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga ini Rapim pertama kami. Agenda ini bertujuan mengusulkan program-program yang bisa kita kolaborasikan dengan pemerintah daerah,” ungkapnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Pasca pembukaan, forum akan berlanjut ke sidang pleno yang fokus pada dua poin utama, yaitu pengesahan rekomendasi program kerja tahunan dan percepatan pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di tingkat kecamatan.
Langkah ekspansi ini dipandang sebagai kewajiban konstitusi organisasi untuk memperkuat fondasi organisasi.
Salah satu isu strategis yang menjadi sorotan dalam forum tersebut adalah penguatan pemahaman hukum masyarakat, khususnya terkait perubahan naskah Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
GBN Samarinda berencana melakukan pendalaman materi agar dapat membantu kepolisian dalam menyosialisasikan regulasi terbaru tersebut.
Dukungan penuh datang dari Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) GBN MI Kaltim, Rustam Rumoro.
Ia mengapresiasi progresivitas pengurus tingkat kota dan menekankan bahwa keberhasilan gerakan bela negara sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.
“GBN ini tidak bisa bekerja sendiri. Harus berkolaborasi dengan Kesbangpol, Kepolisian, TNI, dan dinas terkait. Tanpa dukungan itu, gerakan ini tidak akan berjalan optimal,” tegas Rustam.
Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda menyatakan kesiapannya untuk bersinergi.
Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas, Sri Repelita, berharap GBN MI dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas kota serta memberikan edukasi wawasan kebangsaan bagi generasi muda.
