Samarinda, Infosatu.co — Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu, mengusulkan agar sistem pembayaran solar subsidi lebih terintegrasi melalui MyPertamina.
Hal ini guna memastikan distribusi tepat sasaran dan dapat terpantau secara menyeluruh.
Ia menjelaskan, Dishub akan melakukan pendataan melalui proses pendaftaran di Unit Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor.
Dalam mekanisme tersebut, kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) atau kendaraan tidak laik jalan berpotensi ditahan fuel card-nya.
“Fuel card itu akan kami tahan ketika kendaraan tersebut over dimension over loading,” ujarnya, Rabu 11 Februari 2026.
Manalu menilai penggunaan MyPertamina dapat membantu pelacakan transaksi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.
Dengan asumsi satu liter solar untuk jarak tiga kilometer, pembelian 80 liter setara 240 kilometer perjalanan. Jika kendaraan kembali mengantre keesokan harinya dengan jumlah serupa, Dishub akan menelusuri pola penggunaannya.
“Kalau hari ini ambil 80 liter, besok ambil lagi, kita bisa lihat sudah sejauh mana dia berjalan,” jelasnya.
Selain itu, jumlah nomor antrean akan disesuaikan dengan kuota solar di masing-masing Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berdasarkan data dari Pertamina.
Dengan sistem tersebut, pengambilan BBM subsidi diharapkan lebih terkontrol.
“Kita ingin memastikan solar subsidi ini benar-benar tepat sasaran dan bisa dikendalikan,” pungkasnya.
Dengan langkah tersebut, Dishub Samarinda berharap pengawasan distribusi solar subsidi semakin transparan dan akuntabel.
Sekaligus menekan praktik penyalahgunaan BBM subsidi oleh kendaraan yang tidak sesuai ketentuan.
