infosatu.co
DPRD KALTIM

Gedung RS Abdul Wahab Sjahranie Hampir Rampung, Terkendala Peralatan Medis

Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Baba Saat diwawancara (Infosatu.co/Andika)

Samarinda, Infosatu.co — Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Baba, menyampaikan bahwa kesiapan gedung layanan kesehatan yang tengah dibangun saat ini di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) hampir sepenuhnya rampung.

Namun ia mengakui masih terdapat keterbatasan pada pemenuhan peralatan medis yang membutuhkan anggaran cukup besar.

Baba menjelaskan, sesuai dengan perencanaan, kapasitas tempat tidur tidak mengalami penambahan dan tetap berada di angka 540 bed.

Rencananya, seluruh unit tempat tidur tersebut akan dipindahkan dari gedung lama yang selama ini kerap terdampak banjir ke gedung baru.

“Tidak ada penambahan bed, tetap 540 sesuai perencanaan. Dari gedung yang sering banjir itu nantinya akan dipindahkan ke sini,” ujar Baba, Senin 9 Februari 2026.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari pihak perencana, kebutuhan anggaran untuk melengkapi peralatan medis diperkirakan masih mengalami kekurangan hingga sekitar Rp200 miliar.

Angka tersebut dapat berubah seiring dengan penyesuaian kebutuhan dan penambahan jenis peralatan setiap tahunnya.

“Kalau untuk peralatan, kekurangannya bisa di kisaran Rp200 miliar,” katanya.

Baba menegaskan, persoalan kontrak pembangunan bukan berada dalam lingkup Komisi IV DPRD Kaltim.

Menurutnya, kewenangan tersebut berada di Komisi III yang membidangi urusan infrastruktur dan kontraktual.

“Untuk urusan kontrak itu di luar komisi kami, yang menangani Komisi III,” jelasnya.

Terkait kondisi fisik bangunan, Baba menilai progres pembangunan sudah mendekati tahap akhir.

Saat ini, bangunan masih berada dalam masa pemeliharaan dengan beberapa bagian yang memerlukan penyempurnaan.

Ia juga menyebutkan adanya penyesuaian teknis pada bangunan, salah satunya pelebaran pintu ruangan dari ukuran 120 sentimeter menjadi 160 sentimeter guna mempermudah manuver tempat tidur pasien.

“Lebar pintu akan digeser supaya manuver brankar lebih nyaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Baba menyampaikan bahwa fokus utama saat ini bukan lagi pada penyelesaian gedung, melainkan pada pemenuhan peralatan medis.

Untuk tahun ini, anggaran pengadaan peralatan telah dialokasikan sekitar Rp150 miliar, namun jumlah tersebut dinilai belum mencukupi secara keseluruhan.

“Kesiapan gedung sudah, tinggal peralatannya kapan bisa terpenuhi,” katanya.

Ia berharap seluruh proses pemeliharaan gedung dapat selesai sesuai target pada Juni atau Juli 2026.

Jika masa pemeliharaan tuntas dan seluruh unit dinyatakan siap, maka operasional dapat segera dimulai, bergantung pada ketersediaan anggaran peralatan.

“Kalau pemeliharaan selesai, insyaallah bisa segera dimanfaatkan. Tinggal kita lihat nanti apakah anggarannya memungkinkan atau tidak,” pungkas Baba.

Related posts

Cegah Anak Putus Sekolah, Komisi IV DPRD Kaltim Sosialisasi Program GratisPol

Dhita Apriliani

Sidak SMAN 10 Samarinda, Komisi IV DPRD Kaltim Minta Sekolah Segera Evaluasi

Dhita Apriliani

DPRD Kaltim Tekankan Program CSR Selaras dengan Arah Pembangunan Daerah

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page