Samarinda, Infosatu.co — Ketua RT 24 Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Nadiman menyoroti belum terealisasinya sejumlah usulan penanganan banjir di wilayah Waterfront City yang telah diajukan selama bertahun-tahun.
Nadiman menjelaskan, usulan penanganan banjir di wilayah tersebut telah diajukan sejak sekitar 10 hingga 15 tahun lalu dan rutin masuk setiap tahun sebagai usulan prioritas.
Namun hingga kini sebagian program tersebut belum terealisasi sepenuhnya.
“Alhamdulillah tahun ini sudah mulai masuk sebagai usulan prioritas. Program Pak Wali Kota dan Pak Camat juga jelas, yakni meminimalisir genangan. Tapi di Waterfront City ini memang masih rawan banjir,” ujarnya, Selasa 3 Februari 2026.
Ia mencontohkan salah satu usulan di kawasan yang dinilai strategis karena dapat mengurangi debit air dari Waterfront City agar langsung mengalir ke Sungai Karang Mumus.
Namun rencana tersebut belum terlaksana hingga saat ini, termasuk di area depan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Selain itu, Nadiman juga mempertanyakan mekanisme pengusulan kembali untuk tahun 2025, mengingat beberapa program yang diusulkan sebelumnya belum mendapatkan realisasi.
“Kenapa usulan tahun 2025 tidak bisa langsung dilanjutkan ke usulan berikutnya, padahal belum dapat realisasi,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Samarinda Ulu Sujono, menyampaikan bahwa usulan yang masuk dalam skala prioritas tahun 2025 akan kembali dievaluasi.
Jika tidak masuk dalam daftar prioritas yang ditetapkan, maka usulan tersebut masih berpeluang diajukan kembali.
“Kalau usulan itu kemarin masuk skala prioritas tapi tidak masuk dalam daftar 64, nanti akan kita komunikasikan lagi. Bisa kita masukkan ulang ke daftar 10 prioritas berikutnya,” jelas Sujono.
Ia menegaskan, proses tersebut tetap akan melalui koordinasi dan kesepakatan bersama lurah serta pihak terkait, agar usulan warga tetap terakomodasi.
“Kita upayakan agar usulan yang memang prioritas bisa tetap diperjuangkan,” pungkasnya.
