infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

TVRI Siarkan Piala Dunia 2026, Dispora Kaltim Tekankan Ekosistem Sepak Bola Sehat

Teks: Plt. Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal (Infosatu.co/Firda)

Samarinda, infosatu.co — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Faisal, menilai kehadiran TVRI sebagai official broadcaster Piala Dunia 2026.

Kehadiran Televisi Republik Indonesia (TVRI) sekaligus menjadi kabar positif bagi masyarakat Kaltim, terutama bagi wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau siaran televisi swasta.

“Luar biasa sekarang ini TVRI menjadi official broadcaster. Artinya, masyarakat bisa menikmatinya hampir di seluruh wilayah Kaltim,” katanya.

“Tidak semua wilayah bisa menangkap siaran televisi swasta, dan ini menjadi kelebihan TVRI,” ujar Faisal saat ditemui seusai Kick-off Piala Dunia 2026 oleh TVRI Kaltim di Gelora Kadrie Oening, Minggu pagi, 1 Februari 2026.

“Mudah-mudahan hal ini menjadi hiburan, edukasi, sekaligus motivasi bagi seluruh masyarakat Kaltim yang menonton Piala Dunia,” tambah Faisal.

Di luar penyelenggaraan dan penayangan pertandingan, pembinaan prestasi tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

Terkait pembinaan sepak bola di daerah, Faisal menjelaskan bahwa pembinaan prestasi berada di bawah kewenangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim.

“Kalau pembinaan prestasi, itu ada di KONI. Dispora sifatnya hanya supporting dan tata kelola. Namun pada prinsipnya, kami mendukung seluruh cabang olahraga yang ada di Kaltim, termasuk sepak bola,” katanya.

Faisal juga menjelaskan bahwa sepak bola di Kaltim terbagi ke dalam dua kategori, yakni sepak bola profesional dan nonprofesional. Untuk sepak bola profesional, klub berdiri secara mandiri. Namun demikian, dukungan pemerintah daerah tetap diperlukan.

Faisal menyampaikan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim telah menyatakan komitmennya untuk mendukung Borneo FC.

Ia menegaskan bahwa klub tersebut bukan hanya milik satu pihak, melainkan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kaltim.

“Mudah-mudahan hal itu bisa diimplementasikan dalam bentuk dukungan yang lebih konkret dari pemprov,” ucapnya.

Selain dukungan terhadap klub profesional, Faisal menilai peningkatan prestasi sepak bola daerah juga memerlukan pembenahan secara menyeluruh.

Mengingat evaluasi sepak bola Kaltim pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya yang hanya mampu bertahan hingga fase grup, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kuat.

Menurutnya, prestasi tidak bisa dicapai hanya melalui latihan semata, melainkan memerlukan dukungan menyeluruh dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pengurus PSSI, KONI, atlet, hingga pengurus cabang dan kabupaten/kota.

“Untuk mewakili Kaltim, itu juga bicara tentang kabupaten dan kota. Jadi ekosistemnya harus dibentuk dengan baik, sempurna, dan sehat. Jika ekosistem ini berjalan dengan baik, saya optimistis hasil yang diperoleh ke depan akan lebih baik,” tuturnya.

Faisal pun menyatakan keyakinannya bahwa dengan kerja bersama dan sinergi seluruh pihak, prestasi sepak bola Kaltim dapat meningkat pada ajang-ajang olahraga berikutnya.

Related posts

Hadapi Efisiensi Anggaran, Dispora Kaltim Tetap Optimis Gelar Porprov 2026

Firda

TVRI Siarkan Piala Dunia 2026, Pemprov Kaltim Siap Gelar Nobar

Firda

Hak Siar Piala Dunia 2026 Dinilai Perkuat Peran TVRI di Kaltim

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page