Samarinda, Infosatu.co — Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Abdunnur membenarkan adanya sekitar 300 mahasiswa yang mengundurkan diri dari Program GratisPol.
Namun demikian ia menegaskan bahwa alasan pengunduran diri tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh pihak kampus bersama tim GratisPol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Abdunnur menjelaskan, pengunduran diri tersebut berasal dari keputusan mahasiswa itu sendiri.
Meski demikian pihak kampus perlu memastikan penyebabnya, mengingat program GratisPol merupakan program positif yang bertujuan memberikan dukungan dan bantuan pendidikan bagi mahasiswa.
“Informasi adanya mahasiswa yang mengundurkan diri itu benar. Namun alasan mereka mengundurkan diri masih harus kami verifikasi,” ujarnya, Sabtu 31 Januari 2026.
Ia menyebut, salah satu kemungkinan penyebab pengunduran diri adalah karena mahasiswa tersebut telah menerima beasiswa lain.
Menurutnya penerima GratisPol tidak diperkenankan menerima bantuan ganda.
“Bisa saja mereka sudah mendapatkan beasiswa lain, baik dari pemerintah, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), pemerintah kabupaten/kota, maupun dari perusahaan. Kalau sudah menerima bantuan lain, maka tidak boleh double,” jelasnya.
Abdunnur menegaskan, verifikasi dilakukan untuk memastikan setiap mahasiswa memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kaltim serta ketentuan lainnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya, data mahasiswa yang diusulkan Unmul kembali diverifikasi oleh tim GratisPol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Selain itu, Unmul juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah persyaratan, salah satunya terkait ketentuan program studi unggul.
Menurut Abdunnur, persyaratan tersebut ke depan perlu dikaji ulang agar mahasiswa dari program studi yang belum unggul juga dapat memperoleh kesempatan yang sama.
“Tujuannya agar partisipasi pendidikan tinggi masyarakat Kaltim bisa meningkat dan prodi-prodi yang belum unggul tetap diminati,” katanya.
Ia menambahkan, bantuan GratisPol diberikan maksimal selama delapan semester, sehingga mahasiswa penerima diharapkan memiliki komitmen untuk menyelesaikan studi tepat waktu.
Terkait mekanisme pencairan dana, Abdunnur mengakui masih menggunakan sistem reimburs.
Meski pada tahun sebelumnya pencairan sempat terlambat, pihak Unmul tetap berkomitmen mendukung penuh program GratisPol demi meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kaltim.
