infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Buka Ruang Sinergi, Pemprov Pastikan Harmoni Pembangunan dan Adat

Teks: Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kaltim, Sufian Agus (infosatu.co/Dhita)

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) membuka ruang sinergi, kolaborasi, dan kemitraan yang luas dengan Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) guna memastikan pembangunan daerah berjalan inklusif, adil, dan berkelanjutan di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan sosial di Kaltim.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kaltim, Sufian Agus, saat menghadiri peringatan Milad ke-21 Pusaka di Gedung Olah Raga (GOR) Segiri, Samarinda, Sabtu, 31 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Sufian menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada kebijakan dan anggaran semata, melainkan harus ditopang oleh nilai budaya, kearifan lokal, serta kekuatan sosial masyarakat.

Pemprov Kaltim menilai Pusaka sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya dalam menjaga identitas budaya masyarakat adat, tetapi juga dalam menjaga harmoni sosial, kebersamaan, serta keseimbangan antara kemajuan dan kelestarian lingkungan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, negara tidak bisa bekerja sendiri. Di sinilah peran organisasi masyarakat adat seperti Pusaka menjadi sangat penting,” jelasnya.

Ia juga menyoroti posisi Kalimantan Timur yang kini berada pada titik strategis sejarah nasional dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) dan berbagai proyek pembangunan nasional.

Menurutnya, kondisi tersebut membawa tantangan besar, mulai dari perubahan struktur fiskal dan ekonomi, arus urbanisasi, hingga tekanan terhadap lingkungan hidup.

“Tantangan menjaga harmoni antara pembangunan dan kearifan lokal menjadi pekerjaan bersama yang tidak ringan,” katanya.

Oleh karena itu, Pemprov Kaltim menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi masyarakat adat.

Pusaka diharapkan terus tumbuh menjadi organisasi yang tidak hanya kuat dalam identitas, tetapi juga kuat dalam kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kami berharap Pusaka bukan hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga ikut membangun masa depan Kalimantan Timur,” ujarnya.

Selain itu, Pusaka diharapkan berperan aktif dalam penguatan persatuan masyarakat adat, edukasi generasi muda terkait nilai budaya, perlindungan hak-hak masyarakat adat, pelestarian lingkungan hidup, serta pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Pemprov Kaltim juga mendorong Pusaka menjadi jembatan antara adat dan negara, antara tradisi dan modernisasi, serta antara masyarakat dan pemerintah.

“Pembangunan yang sehat bukanlah pembangunan yang menghapus identitas, tetapi pembangunan yang mengangkat martabat lokal,” jelasnya.

Milad ke-21 Pusaka disebut sebagai momentum refleksi sekaligus kebangkitan untuk memperkuat jati diri, memperluas peran, dan memperbesar kontribusi Pusaka bagi Kalimantan Timur dan Indonesia.

Related posts

Portal Jembatan Mahulu Dibuka, DPUPR Imbau Pengguna Berhati-hati

Dhita Apriliani

Rekayasa Lalu Lintas Jembatan IV, Dishub Kaltim Terapkan Buka-Tutup 15 Menit

Firda

Pembatasan Jembatan Mahulu, Kendaraan Berat Dialihkan ke Mahakam IV pada Malam Hari

Dhita Apriliani

Leave a Comment

You cannot copy content of this page