Samarinda, Infosatu.co — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka) Abdunnur menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga adat, budaya, serta memperkuat persatuan masyarakat Kalimantan di tengah keberagaman etnis dan latar belakang budaya.
Menurut Abdunnur, Pusaka lahir dari semangat merawat adat dan martabat masyarakat Kalimantan, sekaligus menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat yang hidup dan membangun di Bumi Kalimantan.
Ia menekankan bahwa keberagaman bukanlah perbedaan yang memecah, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama.
Hal tersebut disampaikan Abdunnur dalam sambutannya pada peringatan Milad ke-21 Pusaka yang digelar di Samarinda
“Siapa pun yang tinggal dan hidup di Kalimantan wajib menjunjung tinggi langit dan bumi Kalimantan. Kebersamaan dan keberagaman adalah modal utama untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama 21 tahun perjalanan organisasi, Pusaka terus berupaya menjadi perekat persatuan, bukan alat kepentingan kelompok tertentu.
Momentum Milad ke-21 ini, kata dia, menjadi refleksi sekaligus penguatan visi agar masyarakat Kalimantan tidak mudah terpecah oleh kepentingan sesaat.
Kegiatan ini juga dihadiri beberapa tokoh adat, akademisi, organisasi kemasyarakatan (Ormas), tokoh agama, serta perwakilan berbagai etnis dan komunitas yang ada di Kalimantan.
Selain menjaga nilai adat dan budaya, Abdunnur juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
“Tidak akan pernah maju sebuah wilayah jika masyarakatnya berjalan sendiri-sendiri. Saatnya Kalimantan bersatu dan bergerak bersama,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pusaka juga mengenang para pendiri organisasi yang telah wafat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan membangun persatuan masyarakat Kalimantan.
