infosatu.co
TOKOH

Pentingnya Istikamah dan Etika, Pimred Insitekaltim Nilai Wartawan MSI Kian Bertalenta

Teks: Wartawan MSI Group bersama Owner MSI Group.

Samarinda, Infosatu.co — Pemimpin Redaksi (Pimred) Insitekaltim Samsul Arifin menilai perkembangan wartawan di bawah naungan Media Sukri Indonesia (MSI Group) menunjukkan tren positif.

Terutama menurutnya dari sisi talenta dan kemampuan adaptasi generasi wartawan yang bergabung dalam beberapa tahun terakhir.

Samsul mengungkapkan, dirinya mulai bergabung dengan MSI sejak tahun 2018.

Dalam perjalanannya banyak wartawan yang sempat belajar dan berproses di MSI sebelum akhirnya menempuh jalan masing-masing, baik tetap di dunia jurnalistik maupun beralih profesi.

“Beberapa ada yang sukses, ada yang masih sama seperti dulu, ada juga yang beralih profesi. Tapi saya akui, belakangan ini personel MSI yang bergabung lebih banyak talenta,” ujar Samsul, Kamis 29 Januari 2026.

Menurutnya, wartawan MSI saat ini tidak hanya cepat beradaptasi dalam kerja jurnalistik, tetapi juga memiliki kemampuan pendukung lain seperti teknologi informasi dan public speaking, termasuk mengisi podcast-podcast internal MSI.

Ia menegaskan, kunci utama kesuksesan para wartawan tersebut adalah konsistensi dan kemauan untuk terus belajar.

“Kalau anak-anak istikamah, saya yakin mereka akan jadi orang-orang sukses di masa depan,” katanya.

Terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) wartawan, Samsul menekankan pentingnya sikap rendah hati dan tidak cepat berpuas diri. Ia menyebut, program peningkatan kapasitas wartawan MSI terus dikolaborasikan dengan program Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di bawah koordinasi Sukri.

“Seperti retreat di Samboja lalu, program belajar sambil refreshing di dalam maupun luar negeri insyaallah akan terus dilanjutkan,” jelasnya.

Menanggapi tantangan era disrupsi media dan maraknya informasi di media sosial, Samsul menilai wartawan saat ini menghadapi tantangan berbeda dibandingkan wartawan Tempo dulu.

Kemajuan teknologi, menurutnya, justru bisa menjadi jebakan jika tidak disikapi dengan profesional.

“Sekarang semua serba mudah, ada AI, copas rilis, tinggal forward. Repotnya kalau wartawannya malas, akhirnya hanya jadi humas pemerintah,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa wartawan harus bekerja sesuai kode etik jurnalistik, bukan sekadar mengejar kecepatan atau viralitas.

Wartawan juga dituntut jeli mengangkat sisi lain yang mampu mengedukasi sekaligus menghibur pembaca.

Sebagai pemimpin redaksi, tantangan terbesar yang ia rasakan adalah menghadapi wartawan yang tidak memiliki motivasi untuk berkembang.

“Malas belajar, hanya mengerjakan berita seremoni, dan mengandalkan rilis pemerintah,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Samsul berpesan agar wartawan MSI terus belajar, banyak membaca, memahami isu, serta tetap tenang dalam menghadapi setiap persoalan.

“Sikapi setiap masalah dengan tenang, pikirkan solusi terbaik, dan hasilkan karya sesuai kode etik jurnalistik. Saya yakin kalian semua akan sukses,” pungkasnya.

Related posts

Menjaga Kebenaran di Era Viral, Catatan Wartawan MSI Group dari Jakarta

Andika

Dari Sastra ke Media Sosial, Cerita Dinda Maya Sari Menjalani Proses dan Adaptasi

Andika

Peran Media di Kaltim, Wartawan Narasi.co Tekankan Pentingnya Independensi dan Verifikasi

Andika

Leave a Comment

You cannot copy content of this page