Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Gang Abu Bakar, Kelurahan Tenun, Samarinda Seberang.
Dari kebakaran tersebut telah menghanguskan delapan rumah dan berdampak pada sembilan Kepala Keluarga (KK).
Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kecamatan Samarinda Ulu, serta melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak swasta.
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang menimpa warga.
Ia mendoakan agar para korban diberikan ketabahan serta rezeki yang lebih baik ke depan.
“Semoga tabah menghadapi kebakaran ini dan semoga Allah menggantikan rezekinya yang lebih banyak lagi serta diberi kesehatan semuanya,” ujarnya, Kamis, 29 Januatri 2026.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemkot Samarinda apabila pelayanan dan bantuan yang diberikan belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat.
Meski demikian, Pemkot berkomitmen terus berupaya meningkatkan fasilitas dan pelayanan publik.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda kami mohon maaf belum bisa sesuai harapan masyarakat 100 persen, tapi Pemkot terus berusaha memperbaiki fasilitas-fasilitas untuk masyarakat,” katanya.
Terkait penanganan lanjutan, Saefuddin mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), pihak kelurahan, serta Bagian Kesra untuk membuka akses jalan menuju lokasi kebakaran.
Langkah ini dilakukan agar penyaluran bantuan dan proses penanganan dapat berjalan lebih optimal.
Bantuan yang disalurkan kepada para korban kebakaran cukup beragam, mulai dari paket sembako hingga bantuan uang tunai.
“Banyak sekali bantuan. Intinya masyarakat, pemerintah, dan pengusaha sudah bersama-sama memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah,” jelasnya.
Sementara itu, terkait kondisi akses jalan di sekitar lokasi kebakaran, Pemkot Samarinda akan melakukan koordinasi lanjutan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta pihak Komura yang memiliki lahan di sekitar lokasi kejadian.
“Nanti kita koordinasi dengan Perkim dan juga Komura, untuk kemungkinan tempat evakuasi jika ada permasalahan ke depan,” ungkapnya.
Saefuddin juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan kayu.
“Kalau sedang memasak atau menggunakan listrik yang tidak dimanfaatkan, segera dimatikan. Sebelum bepergian, cek kembali untuk mencegah kebakaran,” pesannya.
