Samarinda, Infosatu.co – Carlin Alexandra dan Stanislau Nathan resmi dinobatkan sebagai Putri dan Putra Pelajar Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Keduanya mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan, serta menyatakan komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Carlin Alexandra Navratilova Handaya, siswi SMP Santo Fransiskus Assisi Samarinda, pemenang Putri Pelajar Kalimantan Timur 2026, mengaku tidak menyangka dapat meraih gelar tersebut.
Ia menyebut kemenangan ini sebagai sebuah berkat dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Saya merasa diberkati. Saya tidak melihat mahkota atau selempang ini sebagai simbol status, melainkan sebagai tanggung jawab untuk bertindak, menginspirasi, dan memimpin siswa serta dunia pendidikan di Kaltim,” ujarnya, Rabu malam, 28 Januari 2026.

Sementara itu, Stanislaus Nathan Aradian Purba, siswa Sekolah Murid Merdeka yang berasal dari Ibu Kota Nusantara (IKN), juga mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya sebagai Putra Pelajar Kalimantan Timur 2026.
Ia bahkan mengaku tidak menargetkan juara pertama sejak awal.
“Saya sangat senang dan bersyukur. Awalnya saya pikir hanya akan berada di peringkat lima, tapi ternyata bisa menjadi juara pertama,” katanya.
Keduanya juga menceritakan pengalaman selama menjalani masa karantina.
Carlin menyebut keterbatasan waktu untuk berganti pakaian serta cuaca yang panas menjadi tantangan tersendiri selama proses tersebut.
Hal senada turut disampaikan Nathan, yang mengaku cuaca panas menjadi kendala utama selama karantina berlangsung.
Setelah terpilih, Carlin menyadari tantangan terbesar ke depan adalah memimpin dan mengajak pelajar di Kaltim untuk bergerak bersama memajukan pendidikan, meskipun ia menyadari tidak semua pihak akan menyukainya.
Namun demikian, ia menegaskan tetap berkomitmen menjadikan dunia pendidikan Kaltim lebih baik.
Adapun Nathan memaparkan rencana konkret yang akan ia lakukan selama masa jabatannya, yakni membangun pojok baca di kawasan Ibu Kota Nusantara.
Program tersebut ditujukan bagi pelajar dan masyarakat umum sebagai upaya meningkatkan literasi.
“Literasi pelajar Indonesia masih berada di peringkat 71 dari 81 negara. Saya ingin berkontribusi meningkatkan minat baca melalui pojok baca ini,” tutupnya.
