infosatu.co
JMSI

2 Hari Menimba Makna Profesi Jurnalis di Retreat JMSI Kaltim 2026

Teks: Foto bersama Retreat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim 2026

Kukar, infosatu.co — Di tengah padatnya ritme kerja jurnalistik, Retreat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur 2026 menjadi ruang untuk berhenti sejenak dan menimba makna tentang profesi.

Teks: Foto bersama setelah latihan fisik dan mental bersama anggota TNI

Selama dua hari, para jurnalis berkumpul bukan hanya untuk mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga untuk mengasah ketajaman berpikir, memperkuat karakter, serta membangun kesadaran bahwa kerja jurnalistik menuntut kesiapan mental, fisik, dan integritas yang berjalan beriringan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya di Pantai Coconut.

Di sela-sela diskusi serius, suasana kerap mencair oleh tawa dan kebersamaan, tanpa menghilangkan substansi pembelajaran yang justru memperkaya pengalaman dan cara pandang para jurnalis.

Dalam sambutan penutupnya, Ketua Pelaksana Retreat JMSI Kaltim 2026, Adi Rizki Ramadhan, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan para narasumber yang telah mengambil peran penting dalam menyukseskan rangkaian kegiatan.

Adi menyadari masih adanya keterbatasan selama pelaksanaan retreat. Namun lebih dari itu, semoga segala yang menjadi bagian dari acara ini memberikan manfaat bagi kita semua.

“Ada ilmu-ilmu yang baik dan dapat kita peroleh,” ujar Adi, Kamis, 22 Januari 2026.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama retreat tidak hanya berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi harus diterapkan saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

“Yang terpenting adalah penerapannya ketika kita berada di lapangan sebagai jurnalis. Baik kode etik yang harus diperhatikan, maupun kompetensi, baik itu di media muda, media madya, maupun media utama,” lanjutnya.

Adi juga menyoroti pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi antarjurnalis.

Ia menilai, relasi yang terbangun melalui kegiatan seperti retreat akan sangat membantu dalam kerja-kerja jurnalistik, khususnya saat liputan di daerah lain.

Sementara itu, Ketua JMSI Kaltim, Mohammad Sukri dalam sambutan penutupnya menyoroti potensi besar jurnalis muda.

Sukri menuturkan perjalanan panjangnya di dunia jurnalistik dan organisasi, seraya menegaskan bahwa keterbatasan finansial tidak semestinya membatasi semangat untuk terus belajar, menempa diri, dan bertumbuh sebagai jurnalis.

“Uang akan habis, tetapi ilmu tidak akan habis. Ilmu sampai kapan pun akan memberi manfaat, meskipun kita mendapatkan pengalaman pahit,” ujarnya.

Ia mengenang fase awal kariernya sebagai wartawan, ketika honor yang diterima masih sangat terbatas.

Namun dari situ pula proses belajar, ketangguhan, dan ketajaman menulisnya terasah.

Berangkat dari pengalaman tersebut, ia menegaskan bahwa orientasi seorang jurnalis tidak semestinya hanya bertumpu pada persoalan finansial.

“Orientasi kita bukan orientasi finansial, tetapi orientasi keilmuan. Ilmu itu sangat penting,” tegas Sukri.

Selain itu, Sukri mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menulis serta kepatuhan terhadap kaidah bahasa Indonesia sesuai KBBI.

Ia menilai kualitas bahasa merupakan bagian dari profesionalisme jurnalis.

“Kita harus konsisten. Menulis harus sesuai kaidah KBBI. Jangan menulis dengan ejaan yang salah dan dibiarkan bertahun-tahun tanpa perbaikan,” tekannya.

Ia turut mengajak para peserta untuk tidak berhenti belajar, terus membuka cakrawala pengetahuan, serta merawat jejaring yang telah terbangun selama retreat.

Baginya, ikatan emosional dan komunikasi antarsesama jurnalis merupakan modal penting yang harus dijaga dan dirawat agar tetap hidup dalam perjalanan profesi.

“Tujuan kita bergrup dan berkegiatan seperti ini adalah menjaga silaturahmi, konsultasi, dan menjalin hubungan emosional,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Sukri berharap Retreat JMSI Kaltim 2026 menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk menjadi wartawan yang profesional, berintegritas, dan terus berkembang.

“Kita belajar terus, kita upgrade diri terus,” pungkasnya.

Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan, Retreat JMSI Kaltim 2026 meninggalkan pesan tentang pentingnya terus belajar, menjaga integritas, dan merawat kebersamaan di tengah dinamika dunia pers.

Dari ruang diskusi hingga keheningan api unggun, dari latihan fisik hingga refleksi profesi, retreat ini menjadi pengingat bahwa jurnalisme bukan hanya soal kecepatan dan sorotan.

Melainkan juga soal ketekunan, kepekaan, dan komitmen untuk tumbuh bersama dalam satu ikatan profesi.

Related posts

Retreat JMSI Kaltim 2026: Listiyono Ingatkan Media yang Tak Berubah Akan Punah

Firda

Menata Ulang Ketangguhan Jurnalis, JMSI Kaltim Inisiasi Retreat Wartawan

Martin

JMSI Kaltim Jadwalkan Retreat 2026, Paulinus Dugis Bahas Pers dan Tantangan Digital

Martin

Leave a Comment

You cannot copy content of this page