Probolinggo, infosatu.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) menerima audiensi dari Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah setempat.
Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemitraan kolaboratif dan harmonisasi program inklusi pada tahun 2026.
Rombongan PD Aisyiyah Kabupaten Probolinggo yang berjumlah empat orang dipimpin langsung oleh Ketua PD Aisyiyah Kabupaten Probolinggo Lasminingsih.
Kehadiran rombongan tersebut disambut oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rigustina.
Ketua PD Aisyiyah Kabupaten Probolinggo Lasminingsih menyampaikan apresiasinya atas sambutan dan respons positif dari DP3AP2KB.
Audiensi ini merupakan bagian dari komitmen Aisyiyah untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program-program pembangunan yang berperspektif inklusi.
“Kami bersama tim program inklusi Aisyiyah Kabupaten Probolinggo telah melaksanakan audiensi ke DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo,” katanya.
“Saya mengucapkan terima kasih dan Alhamdulillah sambutan dari DP3AP2KB sangat baik serta niat baik kami direspons dengan sangat positif,” ujarnya, Senin 12 Januari 2026.
Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Rigustina mengungkapkan audiensi ini bertujuan untuk membangun kemitraan kolaboratif sekaligus menyelaraskan program Aisyiyah dengan kebijakan dan program pemerintah daerah tahun 2026.
Lebih lanjut A’at berharap kolaborasi antara DP3AP2KB dan PD Aisyiyah dapat terus dimaksimalkan.
Ia juga membuka peluang sinergi melalui keberadaan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) yang baru dibentuk.
“UPT PPA ini harapannya dapat difungsikan bersama-sama dengan PD Aisyiyah, terutama dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami siap bersinergi demi keberhasilan dan kebanggaan bersama,” tambahnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal penguatan kerja sama yang lebih solid dalam mewujudkan perlindungan perempuan dan anak serta pembangunan inklusif di Kabupaten Probolinggo.
