Probolinggo, infosatu.co – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) Hudan Syarifudin menghadiri kuliah pakar bertema “Cyber Security: Aman di Internet dari Hacker dan Penipuan Digital” di Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (Unhasa) Genggong, Kecamatan Pajarakan.
Kegiatan ini diikuti oleh 101 peserta yang terdiri dari mahasiswa serta pelajar SMA dari wilayah Kecamatan Pajarakan.
Kuliah pakar tersebut menjadi kegiatan perdana setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan Unhasa Genggong.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Unhasa Genggong Dr. Nur Hamim, S.KM., S.Kep.Ns., M.Kes., Ketua Program Studi Informatika Wahyu Nofiyan Hadi, S.Kom., M.Kom, serta narasumber dari Politeknik Negeri Jember, Fatimatus Zahra, S.Kom., M.Kom.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon, dilanjutkan dengan penayangan video profil Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Genggong.
Dalam sambutannya, Rektor Unhasa Genggong Dr. Nur Hamim menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan tamu undangan yang hadir.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan seminar pakar pertama yang diselenggarakan oleh Program Studi Informatika Unhasa yang resmi berdiri pada tahun 2025.
“Kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Unhasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang informatika,” katanya.
“Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern dan digital, mahasiswa dan pelajar harus terbuka terhadap kemajuan teknologi, mampu memanfaatkannya dengan baik serta memahami tantangan yang ada, termasuk ancaman cyber security dan penipuan digital,” ujarnya, Minggu 11 Januari 2026.
Sementara Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifudin menekankan pentingnya kesadaran keamanan digital di tengah kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi.
“Digitalisasi sangat memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana menjaga data pribadi agar tidak diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Menurutnya, perangkat digital seperti telepon genggam, laptop dan perangkat pendukung lainnya ibarat pintu menuju dunia digital.
“Jika diibaratkan rumah, maka perangkat digital adalah pintunya. Karena itu, kita harus merangkai sistem keamanan agar pintu tersebut tidak mudah dibuka oleh orang lain,” tambahnya.
Pada sesi inti, Kadis Kominfo menyampaikan materi terkait dasar-dasar cyber security, dilanjutkan pemaparan materi oleh narasumber kedua dari Politeknik Negeri Jember yang membahas lebih lanjut mengenai ancaman siber dan penipuan digital. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab bersama peserta.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi dan edukasi digital, kuliah pakar ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Unhasa Genggong.
