infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

PUPR Samarinda Tanggapi Keluhan Tempias Hujan di Pasar Pagi

Teks: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti

*BERITA 3 FIRDA*

Samarinda, infosatu.co — Keluhan masyarakat mencuat di Pasar Pagi, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) lantaran bangunan pasar tidak dilengkapi kanopi pada sisi samping yang menghadap Jalan Pandai.

Sehingga hujan yang disertai angin kerap menimbulkan tempias ke dalam area pasar dan mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti
menyampaikan bahwa sejak tahap perencanaan awal, pemasangan kanopi di sisi samping bangunan memang tidak direncanakan.

“Ada memang perencanaan yang secara struktur kami tidak begitu memperhitungkan air hujan ketika ada angin besar,” ungkapnya di Kantor DPRD Samarinda, Senin, 5 Januari 2026.

Selain itu, keberadaan kanopi juga dinilai dapat memengaruhi pencahayaan di dalam bangunan pasar.

Oleh karena itu, dalam perencanaan awal, faktor hujan dan angin dari samping tidak menjadi fokus utama.

Menurutnya, secara estetika dipasang kanopi tentu juga tidak bagus, dan memasang kanopi hanya pada satu sisi bangunan berpotensi menimbulkan dampak teknis lainnya.

“Pemasangan kanopi hanya di sisi kanan maka tidak terlihat simetris”, tegasnya.

Selain menganggu tampilan pemasangan kanopi juga berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.

“akan menimbulkan dampak limpasan air ke bangunan di sisi lain,” jelasnya.

Meski demikian, Desy menegaskan bahwa keluhan masyarakat tersebut tidak diabaikan.

Menurutnya, persoalan tempias air akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

“Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi tim teknis dan akan disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta Wali Kota untuk dipertimbangkan lebih lanjut,” pungkasnya.

Related posts

Wali Kota Samarinda: Keadilan Kunci Atasi Kemiskinan dalam Perayaan Imlek 2577 Kongzili

Andika

Wawali Ingatkan Dayak Kenyah Lebuq Timai, Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Pelestarian Adat

Firda

Andi Harun Minta Jukir Jadi Bagian Perubahan, Pungli dan Ancaman Tak Ditoleransi

Firda

You cannot copy content of this page