infosatu.co
Samarinda

Rumah Warga Rusak Disenggol Ponton Batu Bara

Teks: Djawati, Pemilik rumah dan Setia Budi, Ketua RT 17 Jalan Cipto Mangunkusomo

Samarinda, infosatu.co — Suara benturan keras mengejutkan Djawati pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026.

Pasalnya rumah yang telah ia tempati sejak 1988 di Gang Pompa, Jalan Cipto Mangunkusomo, Kelurahan Sangkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tersenggol ponton bermuatan batu bara yang hanyut di Sungai Mahakam.

Djawati mengaku tidak menyangka peristiwa tersebut terjadi begitu cepat.

“Tongkangnya itu menabrak rumah saya. Suaranya nyaring sekali,” ujarnya saat ditemui di lokasi pada siang hari, Minggu, 4 Januari 2026.

Ponton yang semakin mendekat membuatnya panik hingga berusaha naik ke atap rumah untuk menyelamatkan diri.

Pengolongan adalah proses kapal mendorong atau menarik ponton menggunakan tenaga mesin kapal. Ponton itu kapal pengangkut muatan seperti batu bara.

Benturan tersebut, kata Djawati, terdengar sangat keras. Ia bahkan sempat ditarik oleh suaminya karena belum sempat naik ke tempat aman.

“Bunyinya ‘brag’, keras sekali. Badan saya sampai gemetar,” tuturnya.

Saat kejadian, seluruh anak Djawati berada di dalam rumah. Ia memiliki tiga orang anak, dan semuanya langsung dievakuasi keluar rumah begitu ponton menyenggol bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun, kerugian materiil yang dialami cukup besar. Djawati menyebut hampir seluruh peralatan dapur miliknya rusak dan hanyut ke sungai.

“Kulkas, stok makanan, alat dapur, sampai CCTV dan solar cell semuanya hanyut,” katanya.

Hingga siang hari setelah kejadian, Djawati mengaku belum ada pihak perusahaan kapal atau ponton yang datang untuk mengecek kondisi rumahnya. Aparat yang sempat datang ke lokasi saat kejadian hanya dari unsur Polairud (Kepolisian Perairan dan Udara).

Sementara itu, Ketua RT 17 Jalan Cipto Mangunkusomo, Setia Budi, menyebutkan kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan cukup besar.

Menurutnya, kerusakan rumah beserta isinya ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.

Selain itu, keramba milik warga beserta fasilitasnya juga ikut terdampak dengan kerugian sekitar Rp20 juta.

Setia Budi menjelaskan, saat kejadian ponton tidak sedang dalam proses pengolongan, melainkan hanyut dari arah hulu.

Ia menyebut memang ada kapal asistensi yang mendampingi, namun tali kapal diduga terlilit baling-baling sehingga tidak berfungsi maksimal untuk mengendalikan ponton.

Bagian rumah yang mengalami kerusakan paling parah adalah bagian belakang, khususnya dapur, yang langsung terkena benturan.

Setia Budi mengaku melihat langsung kejadian tersebut dari atas rumahnya.

“Sekitar jam 01.15 sampai 01.17. Baru bangun, belum sempat apa-apa, langsung terdengar ‘brag’,” ungkapnya.

Ia menambahkan, orang pertama yang melihat ponton mengarah ke rumah adalah Djawati sendiri, yang saat itu hendak ke toilet.

“Kalau beliau langsung ke toilet, mungkin bisa ada korban. Untung langsung ditarik,” ujarnya.

Peristiwa ini kini menjadi perhatian warga sekitar, yang berharap ada tanggung jawab dan tindak lanjut dari pihak terkait atas kerugian yang dialami korban.

Related posts

Kades Desak Transparansi Izin Tambang Pasir di Sungai Kendilo

Dhita Apriliani

Pelindo Perkuat Pengawasan di Sungai Mahakam, Pemanduan 24 Jam

Dhita Apriliani

Mallisa Leslye Agustin: Komunikasi Lingkungan Aspek Penting Bangun Kesadaran dan Aksi Masyarakat

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page