infosatu.co
OLAHRAGA

KONI Tekankan Target PON 2028 Harus Realistis dan Berbasis Potensi Daerah

Teks: Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Suwarno.

Samarinda, infosatu.co – Wakil Ketua Umum (Waketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Suwarno menegaskan bahwa target tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 harus ditetapkan secara realistis.

Caranya dengan mempertimbangkan berbagai faktor pendukung, mulai dari modal prestasi, waktu persiapan, hingga dukungan anggaran.

Menurutnya, penentuan target tiga besar tidak bisa hanya didasarkan pada keinginan, tetapi harus dilihat secara menyeluruh dari kondisi riil olahraga di Kalimantan Timur.

“Kalau bicara target, kita harus melihat modal yang kita punya. Di PON Aceh kita berada di delapan besar, kemudian waktu menuju 2028 juga tinggal sebentar, dan dukungan anggaran harus benar-benar dihitung,” jelasnya pada Sabtu, 3 Desember 2026.

Suwarno juga menjelaskan, Kaltim memiliki potensi besar karena pernah menjadi tuan rumah PON.

Hal tersebut memberikan keuntungan dari sisi ketersediaan fasilitas latihan dan venue pertandingan yang relatif lengkap.

Namun, fasilitas saja dinilai tidak cukup tanpa diimbangi dengan kualitas atlet dan pelatih.

Ia juga mengatakan bahwa Kaltim juga harus bercermin pada kekuatan provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

Seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur yang memiliki sistem pembinaan atlet yang sudah mapan serta sumber daya yang memadai.

“Kita dihadapkan dengan provinsi-provinsi yang juga punya potensi yang sama. Atlet mereka siap, pelatihnya kuat, dan pembinaannya berkelanjutan. Ini yang harus kita jadikan bahan pertimbangan dalam menentukan target,” katanya.

Meski demikian, Waketum KONI menilai Kaltim seharusnya menjadi kekuatan utama di luar Pulau Jawa.

Dengan jumlah atlet yang cukup banyak dan fasilitas yang tersedia, Kaltim dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing, khususnya pada Cabang Olahraga (Cabor) individual.

Suwarno juga mendorong agar atlet-atlet Kaltim mendapatkan kesempatan mengikuti pemusatan latihan di daerah yang menjadi pusat pembinaan Cabor tertentu.

Seperti dayung, atletik, maupun panahan, guna meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding.

Ia percaya jika potensi yang ada dimanfaatkan menjadi kekuatan dengan didukung anggaran dan kepelatihan yang memadai.

Dengan begitu, maka kualitas atlet akan meningkat dan pada akhirnya berdampak pada bertambahnya perolehan medali emas.

Related posts

Waketum KONI Minta Daerah Prioritaskan Cabor Olimpiade Hadapi PON 2028

Dhita Apriliani

Minim Minat dan Dukungan, Masa Depan Kedokteran Olahraga Indonesia Dipertanyakan

Dhita Apriliani

PPKORI Tekankan Pentingnya Tim Medis Multidisiplin untuk Ketangguhan Atlet

Dhita Apriliani

Leave a Comment

You cannot copy content of this page