Samarinda, infosatu.co – Jurnalis muda Media Sukri Indonesia (MSI Group) Siti Aminah menegaskan bahwa integritas dan kemampuan verifikasi menjadi kunci utama bagi wartawan agar tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan maraknya citizen journalism.
Hal itu disampaikannya saat berbagi pengalaman mengenai perjalanan dan tantangan yang ia hadapi selama lebih dari dua tahun berkecimpung di dunia jurnalistik.
Siti Aminah, kelahiran Purwakarta, 14 Januari 2002, saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif Universitas Terbuka.
Ia mulai menekuni profesi wartawan secara serius sejak pertengahan Agustus 2023 setelah bergabung dengan MSI Group.
Ketertarikannya pada dunia jurnalistik berawal dari kegemaran menulis serta rasa ingin tahu yang besar terhadap berbagai peristiwa di sekitarnya.
“Awalnya saya hanya suka menulis dan penasaran dengan banyak hal. Dari situ saya merasa jurnalistik memberi ruang untuk belajar sekaligus menyuarakan fakta kepada publik,” ujarnya Kamis, 1 Januari 2026.
Selama menjalani profesi sebagai wartawan, Aminah mengaku banyak mendapatkan pengalaman lapangan yang berkesan, terutama liputan yang bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat.
Menurutnya, pada momen-momen tersebut peran wartawan terasa sangat penting karena dapat menjadi jembatan antara suara warga dan para pemangku kebijakan.
“Liputan yang paling berkesan biasanya ketika saya melihat langsung dampak kebijakan atau peristiwa terhadap kehidupan masyarakat. Di situ saya merasa wartawan benar-benar dibutuhkan,” katanya.
Siti Aminah juga menyoroti perubahan signifikan dalam dunia jurnalistik beberapa tahun terakhir.
Ia menilai arus informasi yang semakin cepat menuntut wartawan untuk tidak hanya akurat, tetapi juga sigap, adaptif, dan mampu bekerja secara multitasking.
Tantangan tersebut diperberat dengan banjirnya informasi di media digital yang rawan hoaks.
“Sekarang bukan hanya soal menulis berita dengan benar, tapi juga bagaimana memverifikasi informasi di tengah derasnya konten digital,” tuturnya.
Di lapangan, tantangan lain yang kerap dihadapi adalah menjaga objektivitas di tengah tekanan, baik dari narasumber, situasi lapangan, maupun opini publik di media sosial.
Meski demikian, ia menilai tantangan tersebut merupakan bagian dari dinamika profesi yang harus dihadapi dengan sikap profesional.
Menatap masa depan, Siti Aminah menekankan bahwa wartawan harus tetap berpegang pada etika jurnalistik, integritas, dan kemampuan literasi digital agar tidak tergeser oleh arus citizen journalism.
“Wartawan profesional harus menjadi penyaring pinformasi, bukan hanya yang tercepat, tapi yang paling akurat dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Saat ini, Aminah juga tengah mempersiapkan diri menghadapi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Madya.
Ia tengah mematangkan pemahaman kode etik, teknik peliputan mendalam, serta kemampuan menulis yang analitis dan berimbang.
Bagi Aminah, UKW bukan sekadar pengakuan melalui sertifikat, melainkan cermin untuk menilai sejauh mana ia layak menyandang profesi wartawan.
