infosatu.co
Samarinda

Pelaku Seni Manfaatkan Ruang Publik untuk Ekspresi Budaya di Teras Samarinda

Teks: Penampilan Instrumen Sape di Teras Samarinda

Samarinda, infosatu.co — Suasana malam hari di kawasan Teras Samarinda kerap diiringi alunan musik tradisional sape.

Instrumen khas Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut dimainkan para pelaku seni yang tergabung dalam komunitas Sape Kaltim sebagai bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal di ruang publik.

Putra dan Firdan, dua pemain sape yang ditemui di sela penampilan, menyampaikan bahwa keterlibatan mereka di Teras Samarinda berangkat dari inisiatif pribadi sebagai pelaku seni.

Mereka memanfaatkan kesempatan yang diberikan pengelola kawasan ketika terdapat waktu kosong untuk mengisi ruang dengan pertunjukan seni tradisional.

Baik berupa permainan alat musik sape maupun penampilan tarian daerah yang ditampilkan secara bergantian.

Putra menjelaskan, tidak ada jadwal tetap bagi komunitas Sape Kaltim untuk tampil. Pengelola kawasan hanya membuka peluang apabila terdapat ruang dan waktu yang memungkinkan.

“Kami tidak dijadwalkan secara rutin. Kalau ada slot kosong, kami dipersilakan mengisi. Itu sudah cukup bagi kami untuk tampil dan memperkenalkan musik sape,” ujar Putra.

Menurutnya, kehadiran pelaku seni di Teras Samarinda bukan semata untuk hiburan, tetapi sebagai bentuk peran aktif menjaga identitas budaya daerah.

Teras Samarinda dinilai strategis karena menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

Putra menyebut, banyak pengunjung yang datang dari luar Kalimantan Timur, seperti Jawa, Jakarta, Jambi, hingga Sulawesi. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian bertanya tentang alat musik sape maupun jenis tarian yang terkadang turut ditampilkan.

“Biasanya mereka bertanya, ini alat musik apa, asalnya dari mana, tarian apa yang dimainkan. Kami jelaskan langsung. Dari situ orang jadi tahu budaya Kaltim,” terangnya.

Komunitas Sape Kaltim bersifat terbuka. “Selain pemain sape, komunitas ini juga mewadahi pelaku seni lain seperti penari tradisional, pemain tinggilan, bulintang, serta alat musik tradisional lainnya. Seluruh pelaku seni dipersilakan bergabung tanpa batasan, selama memiliki ketertarikan pada budaya lokal,” tambahnya.

Selain aktivitas bersama komunitas, Putra secara personal juga kerap menerima panggilan untuk tampil memainkan instrumen sape di berbagai kegiatan.

Dalam penampilan tersebut, Putra membawakan permainan sape dengan beragam nuansa, mulai dari aliran relaksasi, tradisi, hingga pop dan cover instrumental, menyesuaikan kebutuhan acara.

Dalam satu kali penampilan komunitas sape Kaltim, jumlah personel yang terlibat bisa mencapai lebih dari 20 orang. Namun, kehadiran anggota tidak selalu lengkap karena masing-masing memiliki kesibukan pribadi.

Lebih lanjut, Putra menjelaskan anggota komunitas berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, mulai dari Samarinda, Balikpapan, Tabang, hingga Muara Muntai, bahkan ada yang berasal dari Kalimantan Barat.

Putra menegaskan, seluruh aktivitas yang dilakukan komunitas masih bersifat swadaya. Tidak ada sponsor tetap, dan seluruh kegiatan dijalankan atas dasar kesukarelaan.

Meski demikian, komunitas tetap terbuka apabila ada pihak, termasuk pemerintah, yang ingin memberikan dukungan.

“Kami berharap lebih ada perhatian dari pemerintah. Setiap langkah pelestarian budaya pasti butuh dukungan. Apalagi ini menyangkut identitas daerah,” ujarnya.

“Hal ini mengingat Kota Samarinda ini bukan kota kecil dan memang menjadi tujuan banyak orang. Sudah sepatutnya pelaku seni diberi ruang untuk mengekspresikan budaya lokal,” tegasnya.

Kehadiran komunitas Sape Kaltim di ruang publik seperti Teras Samarinda tentunya dapat terus menjadi jembatan antara pelaku seni dan masyarakat.

Sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya lokal agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi pihak yang ingin mengundang Putra untuk penampilan instrumen sape, dapat menghubungi melalui email putraolimpy@gmail.com atau nomor telepon 0821-1555-1496.

Related posts

Pedagang Mulai Tempati Gedung Pasar Pagi Samarinda

Dhita Apriliani

Kades Desak Transparansi Izin Tambang Pasir di Sungai Kendilo

Dhita Apriliani

Pelindo Perkuat Pengawasan di Sungai Mahakam, Pemanduan 24 Jam

Dhita Apriliani

Leave a Comment

You cannot copy content of this page