infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Lewat Gratispol, Deva Mantap Melangkah Menuju Gelar Sarjana dan Impian S2

Teks: Deva Limaniya, Mahasiswi UINSI Samarinda Prodi Manajemen Pendidikan Islam.

Samarinda, infosatu.co – Di Kecamatan Loa Janan Ilir, Kelurahan Harapan Baru, tinggal seorang gadis 19 tahun yang membawa mimpi besar. Meski sempat ragu apakah ia mampu meraihnya.

Namanya Deva Limaniya, mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Dari kecil, gadis kelahiran 7 September 2006 itu memahami bahwa pendidikan adalah jalan penting untuk masa depan.

Namun bagi keluarganya, biaya kuliah menjadi pertimbangan yang tidak mudah. Uang Kuliah Tunggal (UKT) Deva sebesar Rp4 juta per semester.

Angka yang cukup besar bagi sebagian orang, sehingga sering membuat masa depan terasa berat dan penuh ketidakpastian.

Semua berubah ketika Deva mengenal Gratispol Pendidikan Kalimantan Timur, sebuah program pembiayaan kuliah dari Pemerintah Provinsi Kaltim. Baginya, program ini menjadi titik balik yang mengubah arah hidup.

Menariknya, informasi tentang Gratispol bukan ia dapatkan dari kampus ataupun media sosial, tetapi dari orang-orang yang paling ia percayai.

“Tiga kakak saya kuliah di UINSI, mereka sudah duluan tahu Gratispol. Dari mereka saya belajar dan akhirnya mendaftar,” tuturnya, Selasa, 2 Desember 2025

Keputusan mendaftar Gratispol itu menjadi langkah besar yang menenangkan hatinya. Deva mengisahkan bagaimana beban yang dulu terasa berat kini pelan-pelan sirna.

“UKT saya Rp4 juta dan semuanya dicover. Ini sangat membantu, mengurangi tanggungan orang tua. Biaya yang seharusnya untuk kuliah bisa dialihkan ke kebutuhan penting lainnya,” ujarnya.

Bagi Deva, Gratispol bukan sekadar program pembiayaan pendidikan. Ini adalah bentuk kehadiran negara yang memberi ruang bagi anak-anak muda dari keluarga sederhana untuk bermimpi lebih tinggi.

“Dengan Gratispol, saya semakin yakin dan terbantu. Saya bisa fokus kuliah tanpa harus memikirkan UKT,” tambahnya dengan mata berbinar.

Kini, rasa takut tidak mampu menyelesaikan kuliah tidak lagi menghantui pikirannya. Sebaliknya, keyakinan bahwa ia bisa meraih gelar sarjana semakin kuat.

Ia percaya bahwa kesempatan seperti ini adalah jembatan bagi masa depan yang lebih cerah.

Mimpi S2 yang Kini Terasa Mungkin

Di balik tutur kata Deva yang tenang, tersimpan ambisi besar: ia ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

Dulu, keinginan itu hanya menjadi mimpi yang terasa jauh karena persoalan biaya. Namun kini, semua tampak lebih mungkin.

“Harapan saya, program Gratispol bisa terus berjalan sampai saya lulus. Bahkan semoga tetap ada siapa pun pemimpinnya. Karena saya juga ingin melanjutkan S2,” ujarnya penuh harap.

Deva bercita-cita kelak bisa berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Kaltim. Ia ingin mengabdikan ilmunya sebagai lulusan manajemen pendidikan Islam, membantu memperkuat kualitas pendidikan di daerahnya.

Apa yang dialami Deva menggambarkan bagaimana satu kebijakan dapat membuka pintu yang sangat besar.

Gratispol tidak hanya meringankan beban finansial keluarga, tetapi juga memberi kepercayaan diri, keberanian, dan ruang bagi anak-anak muda untuk membangun masa depan tanpa rasa takut.

Dari Loa Janan Ilir, langkah Deva kini semakin mantap. Dengan bantuan Gratispol, ia menapaki perjalanan pendidikan tanpa kecemasan, tetapi dengan harapan dan keyakinan.

Harapan bahwa pendidikan bukan lagi soal “mampu atau tidak mampu,” melainkan soal kesempatan dan kemauan untuk berjuang.

Dan Deva sudah membuktikan: ketika kesempatan itu diberikan, masa depan bisa berubah. Ia kini menuliskan mimpinya sedikit demi sedikit dengan keberanian, ketekunan, dan syukur yang tak pernah berhenti. (Adv Diskominfo Kaltim)

Editor: Nur Alim

 

Related posts

Beban Kendaraan Maksimal 8 Ton, PUPR Cek Kondisi Jembatan Mahulu

Dhita Apriliani

Gubernur Kaltim Datangi Sultan Kutai, Tegaskan Etika Adat dan Penghormatan Budaya

Emmy Haryanti

BPSDM Dukung Percepatan Implementasi Identitas Kependudukan Digital

Firda

Leave a Comment

You cannot copy content of this page