infosatu.co
KUKAR

Sasana Villa Kaning Park Bangkit, Ketua JMSI Kaltim: Potensinya Besar, Promosinya Harus Diakselerasi

Teks: Ketua JMSI Kalimantan Timur, Mohammad Sukri.

Kukar, infosatu.co – Grand Opening Sasana Villa Kaning Park di Kelurahan Maluhu, Tenggarong, menandai kebangkitan salah satu kawasan wisata legendaris Kutai Kartanegara (Kukar) yang telah lama terbengkalai.

Teks: Suana di Sasana Villa Kaning Park Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong.

Kini, kawasan ini kembali hidup dan mulai berdenyut, membawa harapan bagi sektor pariwisata dan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Acara pembukaan berlangsung meriah mulai sore hingga malam hari. Ratusan warga mengikuti jalan sehat, Zumba Party, dan pembagian doorprize puluhan juta rupiah.

Malam harinya, hiburan musik akustik hingga penampilan DJ menghidupkan suasana kawasan seluas hampir 50 hektare itu yang dulu merupakan tempat favorit Almarhum Bupati Kukar Syaukani Hasan Rais.

Di tengah antusiasme warga, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur sekaligus CEO MSI Grup, Mohammad Sukri, menyampaikan pandangannya.

Villa Kaning Park, katanya, bukan sekadar wisata, tetapi peluang besar ekonomi daerah yang harus dioptimalkan melalui promosi massif.

“Potensi Villa Kaning Park sangat besar, tinggal bagaimana kita mengangkatnya,” kata CEO MSI Grup tersebut, Jumat, 28 November 2025.

Sukri memuji langkah manajemen yang mampu menghidupkan kembali kawasan yang lama tidak terurus.

Baginya, kebangkitan ini bukan hanya tentang membuka wahana wisata, tetapi kerja besar yang menyentuh ekonomi lokal, memperluas lapangan kerja, dan membangkitkan kembali agrowisata yang selama ini hilang.

“Villa Kaning Park ini potensinya besar sekali. Lokasinya strategis, konsepnya matang, dan respons masyarakat sangat baik. Tinggal bagaimana kita mengangkatnya supaya dikenal luas,” ujar Sukri seusai mengikuti rangkaian pembukaan.

Menurutnya, kombinasi wisata keluarga, wisata alam, agrowisata dan UMKM adalah konsep yang relevan dengan tren pariwisata saat ini. Banyak daerah maju karena memiliki destinasi yang kuat secara narasi dan brand.

“Yang membedakan destinasi wisata itu bukan hanya fasilitasnya, tapi cerita dan branding-nya. Villa Kaning Park punya itu semua tinggal dipoles,” tambahnya.

Sebagai tokoh yang sudah lama berkecimpung di dunia media, Sukri menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak bisa berkembang tanpa narasi yang diangkat secara terus-menerus oleh media, baik lokal maupun nasional.

Baginya, media adalah jembatan penting antara destinasi wisata dan calon pengunjung.

“Kita harus gencarkan promosi. Media punya peran besar untuk menarik minat wisatawan, terutama dari Samarinda, Balikpapan, bahkan Bontang dan PPU. Wisata tidak akan bergerak kalau publik tidak tahu ada apa di sini,” tegas Sukri.

Ia juga menekankan perlunya konten visual berkualitas, storytelling tentang sejarah dan pesona Villa Kaning Park, peliputan berkala mengenai kegiatan wisata dan UMKM hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat.

Menurut Sukri, era digital menuntut destinasi wisata untuk tampil atraktif dan dekat dengan publik melalui media sosial.

“Kalau promosi ikut ritme media digital, saya yakin pengunjung Villa Kaning Park bisa meningkat berkali-kali lipat,” ujarnya.

Selain sisi hiburan, Sukri menyoroti pentingnya revitalisasi lahan produktif yang kembali berjalan di Villa Kaning Park: sawah, kolam ikan, kebun hortikultura, hingga pembangunan kandang ayam.

Sebagian besar pengelolaan dilakukan oleh kelompok tani dan warga setempat.

“Model pemberdayaan seperti ini bagus sekali. Warga dilibatkan langsung, bukan hanya jadi penonton. Ekonominya bergerak dan manfaatnya terasa,” katanya.

Revitalisasi agrowisata ini juga berpotensi mendukung program pangan bergizi gratis Pemkab Kukar.

Pada grand opening, ada 30 tenan UMKM yang berjualan dan hampir semuanya laris. Sukri melihat geliat UMKM ini sebagai indikator awal bahwa kawasan wisata yang aktif bisa menjadi magnet ekonomi.

“UMKM di sini hidup kembali. Ini bukti konkret bagaimana wisata memberi efek domino yang langsung dirasakan warga,” ucapnya.

Sukri berharap Villa Kaning Park tidak berhenti pada pembukaan awal, tetapi terus mengembangkan berbagai wisata lainnya seperti kebun edukasi (anggur, alpukat, dan tanaman lainnya), wisata sawah ala “betapus”, area berkuda, jogging track dan spot foto tematik hingga cottage dan resort sebagai wisata menginap.

“Kalau pengelola konsisten, dalam dua–tiga tahun Villa Kaning Park bisa jadi ikon wisata baru Kukar,” tutup Sukri.

Related posts

Lurah Maluhu Puji Aktivasi Ulang Villa Kaning Park: Wisata Hidup, Warga Terbantu

Rizki

Partisipasi Besar Warnai Fun Walk PHSS 2025, Lebih dari 5.100 Warga Turun ke Jalan

Rizki

RSUD Aji Muhammad Parikesit Rancang Layanan Terpadu bagi Ibu dan Anak

Martinus

Leave a Comment

You cannot copy content of this page