infosatu.co
DISKOMINFO KALTIM

Impian Andi Putra Menjadi Guru Olahraga Kembali Hidup Berkat Gratispol

Teks: Mahasiswa IKIP PGRI Kalimantan Timur, Andi Putra Darmawan Jurusan Pelatihanan Keolahragaan

Samarinda, infosatu.co – Di sebuah rumah sederhana di Palaran, Andi Putra Darmawan pernah merasa bahwa harapan untuk melanjutkan pendidikan tinggi hanyalah mimpi yang terlalu jauh.

Lahir di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2005, ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang selalu menempatkan pendidikan sebagai prioritas, namun keterbatasan ekonomi membuat langkah itu terasa sulit diwujudkan.

“Saya sebenarnya ingin kuliah dari awal. Sudah coba daftar ke Universitas Mulawarman, tapi gagal,” ungkap Andi.

Kegagalan itu bukan sekadar urusan seleksi, melainkan kekhawatiran tentang biaya. Ia tidak yakin keluarganya mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) bila ia tetap memaksa kuliah.

Kekhawatiran itu membuatnya hampir memutuskan meninggalkan dunia perkuliahan sebelum benar-benar masuk.

Sementara teman-temannya mulai menjalani masa orientasi mahasiswa, Andi Putra sempat berada di persimpangan, lanjut bekerja atau memaksa kuliah dengan biaya yang belum pasti.

Pada akhirnya, realitas ekonomi membuatnya condong untuk menyerah.

Hingga Gratispol Mengubah Arah Hidupnya

Perubahan itu datang dari kabar kecil yang ia dengar dari teman dan pihak kampus tentang Program Gratispol Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim) sebuah program pembiayaan UKT bagi mahasiswa se-Kaltim.

“Saya masuk IKIP PGRI Kaltim karena ada program Gratispol ini,” jelasnya.

Kini Andi Putra resmi menjadi mahasiswa IKIP PGRI Kaltim S1 Jurusan Pelatihan Keolahragaan, sebuah langkah yang sebelumnya terasa mustahil ia capai.

UKT sebesar Rp3 juta per semester kini ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Dengan adanya Gratispol ini, saya lebih mudah dan meringankan beban orang tua. Saya bisa lanjut pendidikan, bisa mengejar cita-cita saya,” katanya.

Meski kini berstatus penerima manfaat, jalan menuju kelulusan verifikasi Gratispol tidak berjalan mulus. Andi Putra sempat gagal pada tahap pertama hanya karena tanda tangan bermaterai yang tidak sesuai ketentuan.

“Saya sempat gagal di tahap satu karena materai yang saya tanda tangan tidak kenal,” tuturnya sembari tersenyum kecil.

Untungnya, pihak kampus memberikan kesempatan memperbaiki dokumen. Setelah semua persyaratan dipenuhi, ia lolos pada tahap kedua.

Menurutnya, program Gratispol sebenarnya tidak sulit diakses. Syaratnya jelas, termasuk harus berdomisili minimal tiga tahun dan memiliki KK Kaltim.

“Sebenarnya gampang. Tinggal ikuti syarat saja,” katanya.

Gratispol Menghidupkan Mimpi yang Sempat Padam

Kini, Andi Putra kembali menata harapan baru. Ia bercita-cita menjadi guru olahraga profesi yang ia yakini memberi manfaat bagi banyak orang.

“Gratispol bukan cuma mengurangi biaya. Ini membuat saya berani bermimpi lagi,” ujarnya dengan nada mantap.

Andi menekankan bahwa tanpa Gratispol, ia mungkin benar-benar tidak akan kuliah. Program ini memberinya ruang, kesempatan, dan masa depan yang lebih jelas.

Ucapan Terima Kasih untuk Kesempatan yang Tak Ternilai

Sebelum menutup wawancara, Andi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah provinsi.

“Untuk Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, terima kasih sudah menghadirkan program Gratispol ini. Ini sangat berarti. Dengan program ini, saya bisa melanjutkan impian saya.”

Bagi Andi Putra Darmawan, Gratispol bukan hanya program bantuan pendidikan.
Program ini adalah jembatan menuju masa depan yang pernah terasa jauh masa depan yang kini ia jalani dengan penuh keyakinan dan harapan. (Adv Diskominfo Kaltim)

Editor: Nur Alim

Related posts

Program Gratispol Sukses Diserap di UINSI, 1.175 Mahasiswa Terbantu, 135 Menyusul

Rizki

Pemprov Tegaskan Bantuan Gratispol Tak Dipangkas, Isu Batas Rp5 Juta Dinyatakan Hoaks

Rizki

Membuka Akses Pendidikan, Gratispol Kaltim Antar Refly Kembali ke Bangku Kuliah

Rizki

Leave a Comment

You cannot copy content of this page