Samarinda, infosatu.co – Di tengah dinamika sosial politik nasional yang belakangan ini mengemuka di berbagai daerah, suara kebersamaan kembali digaungkan dari Kalimantan Timur (Kaltim).
Sekelompok anak muda yang tergabung dalam Organisasi Pemuda Lintas Iman Kalimantan Timur mengeluarkan pernyataan sikap resmi sebagai bentuk respons terhadap situasi yang mereka nilai perlu disikapi secara bijak.
Melalui pernyataan tersebut, Pemuda Lintas Iman menegaskan lima butir sikap penting yang ditujukan tidak hanya kepada masyarakat di Kalimantan Timur.
Melainkan juga kepada seluruh elemen bangsa. Mereka menekankan bahwa persatuan dan nilai-nilai kemanusiaan mesti dijaga, sementara provokasi, kekerasan, dan sikap anarkis harus dihindari.
Dalam pembukaannya, organisasi ini menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka di sejumlah daerah akibat peristiwa sosial yang terjadi belakangan.
“Kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka di berbagai daerah Indonesia yang terjadi pada beberapa waktu terakhir,” katanya.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan para korban mendapatkan perlindungan serta kedamaian di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” demikian bunyi pernyataan resmi mereka.
Lebih lanjut, Pemuda Lintas Iman menyerukan agar masyarakat Kalimantan Timur, khususnya umat lintas iman, tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.
Mereka mengingatkan bahwa informasi palsu dan kabar yang tidak diverifikasi berpotensi memicu konflik baru jika tidak disikapi dengan bijak.
“Kami menyampaikan kepada semua umat lintas iman di Wilayah Provinsi Kalimantan Timur untuk menahan diri dan tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar mereka.
Imbauan serupa juga ditujukan kepada para tokoh agama agar aktif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Butir ketiga pernyataan menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan maupun anarkisme.
Organisasi ini menilai aksi perusakan, tindak fisik, dan tindakan anarkis tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai ajaran agama yang menekankan perdamaian.
“Segala bentuk penyampaian pendapat atau aspirasi yang dilakukan secara anarkis hanya mencederai ajaran agama dan semangat persaudaraan yang rukun dan damai sebagai cerminan masyarakat Kalimantan Timur,” tegas mereka.
Selain ditujukan kepada masyarakat umum, pernyataan sikap ini juga menggarisbawahi peran penting pemimpin negara dan aparat penegak hukum.
Pemuda Lintas Iman meminta agar para pejabat di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif mengedepankan sikap bijaksana dan berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
Mereka menekankan pentingnya aparat keamanan menjaga profesionalisme.
“Kami mendesak penegak hukum dan aparat keamanan (POLRI & TNI) agar bersikap profesional, adil, dan transparan dalam menangani situasi yang berkembang.
Aparat diharapkan tidak melakukan tindakan berlebihan dan lebih mengedepankan dialog, mediasi, dan perlindungan terhadap masyarakat,” bunyi pernyataan itu.
Di bagian akhir, organisasi lintas iman ini menyerukan penguatan solidaritas antarmasyarakat dalam bingkai kemanusiaan.
Mereka percaya bahwa kekuatan bangsa terletak pada persatuan yang tidak terpecah oleh perbedaan suku, agama, maupun golongan.
“Kami menyampaikan kepada seluruh pemuda lintas iman di Kalimantan Timur untuk terus memperkuat persatuan, toleransi, dan solidaritas tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun golongan,” kata Pemuda Lintas Iman Komda Kaltim.
Pemuda Lintas Iman berharap, momentum ini juga dapat menjadi cermin bagi para pemimpin nasional untuk melakukan evaluasi diri dan meneguhkan kembali komitmen pelayanan kepada rakyat.
“Kiranya dengan kejadian yang terjadi saat ini para pimpinan Republik ini juga segera mengevaluasi diri dan berefleksi secara bersama-sama agar mampu memberikan pengabdian dan pelayanan secara tulus, adil, dan bijaksana demi mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus Kalimantan Timur,” bunyi pernyataan mereka menutup.
Organisasi ini pun menitipkan doa agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi bangsa dan negara, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tetap aman, rukun, dan damai.