
Kukar, infosatu.co – Jembatan Tenggarong yang menghubungkan Kota Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), tetap terawat dan bersih.
Pada Kamis pagi, 28 Agustus 2025, jembatan sepanjang 710 meter itu terlihat bebas dari sampah maupun dedaunan kering yang biasanya terbawa angin.
Di salah satu sisi jembatan, seorang petugas tampak menyapu trotoar dengan telaten.
Ferly, pekerja harian lepas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, menyebut dirinya sudah memulai tugas sejak dini hari.
“Sejak pukul 05.00 Wita saya sudah berada di sini hingga jam 11.00 Wita, lalu dilanjutkan lagi pada pukul 14.00 sampai pukul 16.00,” tutur warga RT 25, Kelurahan Loa Ipuh, saat ditemui di lokasi.
Ferly mengungkapkan bahwa setiap petugas memiliki wilayah kerja masing-masing.
“Setiap penyapu lokasinya berbeda-beda. Saya sendiri khusus di lokasi sepanjang jembatan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga kebersihan jembatan merupakan bagian dari tanggung jawabnya untuk memastikan area publik tetap nyaman digunakan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLHK Kutai Kartanegara, Irawan, menegaskan pentingnya peran petugas lapangan dalam menjaga kebersihan kota.
Para pekerja harian lepas, kata Irawan dibagi ke dalam beberapa tim sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Salah satunya adalah tim penyapu yang bertugas menjaga kebersihan area publik secara rutin.
“Mereka ditugaskan di lokasi masing-masing dengan jadwal yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem pembagian tugas ini bertujuan agar pengelolaan kebersihan berjalan efektif dan menyeluruh.
Setiap tim memiliki tanggung jawab di titik tertentu, mulai dari pusat kota, kawasan permukiman, hingga fasilitas umum seperti taman dan jembatan.
“Dengan pola kerja ini, kami bisa memastikan semua area tetap terpantau dan terawat,” kata Irawan.
Menurut Irawan, menjaga kebersihan kota, termasuk Jembatan Tenggarong, memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan sistem kerja yang terorganisir dan dukungan warga, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kutai Kartanegara optimistis kebersihan jembatan dan ruang publik lainnya dapat terus terjaga. (Adv)