Bontang, infosatu.co – Ketua DPRD Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Faizal Sofyan Hasdam tekankan perlunya strategi dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memanfaatkan potensi lokal.
Dia mengatakan, potensi lokal yang dimiliki oleh Kota Bontang sepenuhnya tergarap dengan maksimal.
Padahal peluang untuk menaikkan pendapatan di luar Dana Bagi Hasil (DBH) Migas sangat potensial.
“Bicara Bontang hari ini, kita bukan lagi kota kecil, kita adalah kota industri dan jasa. Seyogyanya PAD bisa lebih kuat,” ungkapnya usai menggelar Rapat Paripurna di Pendopo Rujab Walikota Bontang, Senin 14 Juli 2025 malam.
Menurut dia, ketergantungan APBD Kota Bontang terhadap DBH Migas yang mencapai 70 persen perlu diimbangi dengan sektor alternatif.
Salah satunya, kata dia, dengan memanfaatkan sektor retribusi, investasi, hingga parawisata. Salah satunya, seperti pengembangan kawasan Bontang Lestari saat ini digarap sebagai zona investasi strategis.
“Kita siapkan Perda, rujukan hukumnya, dan infrastrukturnya sehingga investor merasa aman, dan yakin untuk berinvestasi di Kota Bontang,” jelas Politisi partai Golkar itu
Lanjutnya, DPRD Kota Bontang juga memiliki peran penting dalam mendorong regulasi-regulasi yang inovatif untuk mendukung peningkatan PAD.
Bahkan, hal itu sudah menjadi arahan dan instruksi langsung dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Kita didorong untuk menghasilkan produk hukum yang mendorong daerah bisa berdiri sendiri secara fiskal,” bebernya.
Selain industri dan investasi, lanjutnya, sektor parawisata juga menjadi fokus pengembangan.
Pemerintah berencana merevitalisasi kawasan wisata, seperti Pulau Beras basah, Pelataran Bontang Kuala, dan kawasan wisata lainnya.
“Pelayanan harus lebih dulu ditingkatkan, kalau fasilitas publik baik, maka masyarakat akan merasa nyaman dan tidak keberatan dengan retribusi,” tutupnya.