Bontang, infosatu.co – Ketua DPRD Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Faizal Sofyan Hasdam, menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan saat ini untuk pelajar perlu diperluas cakupannya.
Iya menilai, makan bergizi gratis juga bisa disalurkan untuk ibu hamil dan anak Bayi Lima Tahun (Balita) selanjutnya menjadi sasaran prioritas untuk mencegah stunting sejak dini.
Hal itu disampaikan Andi Faizal Sofyan Hasdam usai menghadiri dimulainya pelaksanaan makan bergizi gratis di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Provinsi Kaltim.
Dia menyambut baik pelaksanaan program nasional ini dan mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan di Kota Bontang, namun dia menuturkan bahwa intervensi gizi sejak masa kehamilan salah satu hal yang penting.
“Harapannya, nanti ke depan bukan hanya anak sekolah yang menerima tapi juga ibu hamil dan Balita,” ujarnya saat berada di lokasi peresmian MBG, Senin 14 Juli 2025 pagi.
Politisi Partai Golkar ini menyampaikan, bahwa stunting bukan hanya disebabkan oleh kekurangan makanan, tetapi juga kurangnya asupan gizi yang optimal pada masa-masa pentingnya di fase tumbuh kembangnya anak.
“Seperti disampaikan tadi dan semua yang suportif gizi, kita berharap bisa direalisasikan,” terang Andi Faiz, Sapan akrabnya.
Dirinya berharap, program MBG ini benar-benar menjadi solusi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Bontang, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda sejak usia dini.
Dengan kehadiran program nasional makan bergizi gratis ini, ke depan bisa menjangkau semua kalangan.
Sehingga, pemenuhan gizi anak-anak di Bontang benar-benar merata dan angka stunting bisa ditekan semaksimal mungkin.
“Pemenuhan gizi anak-anak di Kota Bontang bisa terpenuhi dan menekan angka stunting dan mudah-mudahan adanya kegiatan ini tingkat kecerdasan dan kebutuhan gizi terpenuhi,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Regional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra membeberkan, bahwa pada tahap awal, program MBG menyasar 1.635 pelajar.
Untuk program ini kata Surya, sudah direncanakan sedari awal oleh Pemerintah Pusat. Rencananya, program MBG bakal diperluas kepada ibu hamil hingga anak Balita.
“Ke depannya akan diperluas supaya bisa menyasar ibu hamil, menyusui, dan anak Balita,” terang Surya Dwi Saputra.