Jakarta,infosatu.co – Kementerian Agama (Kemenag) RI tengah menyusun Kurikulum Cinta untuk diterapkan di lembaga pendidikan di bawah naungannya. “Jadi, saya lagi menyusun Kurikulum Cinta,” kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam keterangannya, Kamis, 16 Januari 2025.
Menurutnya, kurikulum tersebut lebih menekankan pada pengajaran nilai-nilai cinta kasih dan toleransi sejak dini. Dengan demikian, dapat merawat kebhinekaan serta meminimalisasi konflik akibat perbedaan ajaran agama.
“Jadi itulah yang saya maksudkan Kurikulum Cinta. Bagaimana mengajarkan agama, tapi tidak mengajarkan kebencian kepada orang beragama lain” ujarnya.
“Tapi juga jangan sampai menyamakan semua agama, itu juga sama salahnya. Tetaplah, agama mereka, agama mereka, agama kita, agama kita,” jelas Menag.
Lebih lanjut Nasaruddin menjelaskan, Kurikulum Cinta mengajarkan cinta kepada sesama warga negara meskipun berbeda agama.
“Tapi jangan sampai perbedaan dan kebencian ini ditanamkan sejak dini. Akhirnya alam bawah sadar kita itu sampai tua pun juga ada potensi konflik yang dahsyat,“ katanya.
“Boleh kan kita berbeda agama tapi tetap kita saling mencintai sesama warga negara. Nah, inilah yang kita akan perkenalkan dengan istilah Kurikulum Cinta. Bukan kurikulum perbedaan atau konflik,” lanjutnya.
Menag juga mengungkapkan bahwa kurikulum ini akan mengikis potensi terjadinya relasi kuasa dalam masyarakat. “Jadi sekarang sekaligus kita menyusun kurikulum mana yang akan memojokkan perempuan dan mengistimewakan laki-laki. Kita sama-sama khalifah,” ujarnya.
Oleh karena itu, Nasaruddin menegasan, bias gender harus dihilangkan dalam kurikulum ini. Sebab, nantinya akan melahirkan relasi kuasa yang timpang. “Makin kuasa seorang laki-laki dalam satu masyarakat, maka gampang terjadi pelecehan perempuan,” pungkas Menag.
