Penulis: Lydia – Editor: irfan
Bontang, infosatu.co – Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni-Joni Muslim menjadi pendaftar pertama pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bontang 2020.

Dalam perjalanannya dari Planet Football ke KPU Bontang, Neni-Joni diantar dengan alat transportasi tradisional yaitu andong diiringi pendukung setianya pada Jumat (4/9/2020) dan tiba pukul 09.34 wita.
Meskipun saat itu hujan mengguyur Kota Taman, Neni-Joni tetap bersemangat melakukan pendaftaran ke KPU. Menurut Neni, hujan itu membawa keberkahan bagi alam semesta ini.
“Hujan itu berkah, insyaallah berkah dan kemenangan untuk Bunda Neni dan Bang Joni,” ungkapnya di Kantor KPU Bontang.

Sebelum Neni melangkahkan kaki ke Planet Football, ia mengaku melaksanakan salat dhuha dan salat hajat memohon ridho pada yang empunya alam semesta ini.
“Saya memohon ridho Allah SWT agar dimudahkan segala urusan dan semuanya lancar,” ujarnya.
Disinggung terkait alasan Neni menggunakan kuda dan andong untuk mendaftarkan diri ke KPU. Ia menyatakan bahwa kuda merupakan ciptaan Allah SWT yang sangat luar biasa.
“Kuda ini merupakan ciptaan Allah yang mampu berlari cepat. Bisa diibaratkan bahwa saya dan Bang Joni juga akan berlari cepat membangun Indonesia terutama Kota Bontang yang kita cintai ini. Pokoknya gasspooollll,” teriak Neni.
Lanjutnya, mengapa ada andong? Neni mengatakan bahwa Kota Bontang ini dibangun dari perbedaan. Namun tentunya, perbedaan ini tidak boleh menimbulkan perpecahan.
“Kita harus tau bagaimana caranya menghargai dengan toleransi dan harmoni. Itulah yang akan saya lakukan dengan Bang Joni,” paparnya.
Perumpamaannya, andong ini adalah salah satu alternatif bagaimana kita semua mampu merekatkan perbedaan menjadi sebuah toleransi dan harmoni.
“Insyaallah Neni-Joni akan menjadi pemimpin yang mampu mengayomi semua suku di Kota Bontang, sebab Bontang dibangun dari perbedaan. Namun perbedaan itu apabila disusun dengan harmoni dan toleransi pastinya akan indah,” tutupnya.
