Samarinda, infosatu.co – Selama enam tahun terakhir, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) rutin menggelar salat Isya dan tarawih berjamaah di lingkungan sekretariat di Samarinda.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan Ramadan, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas keimanan pengurus, karyawan, serta masyarakat sekitar.

Wakil Ketua Bidang Kerohanian DPD Golkar Provinsi Kaltim, Agus Purnama, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan secara konsisten setiap bulan Ramadan.
“Kita secara rutin, kalau tidak salah sudah jalan enam tahun, melaksanakan kultum, salat Isya berjamaah dan tarawih berjamaah,” ujarnya, Minggu malam, 22 Februari 2026.
Agus menyebut kegiatan tersebut melibatkan DPD Golkar Kaltim dan sebagian pengurus DPD Kota Samarinda. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas keimanan para pengurus, khususnya para karyawan yang jumlahnya cukup banyak di lingkungan sekretariat.
Ia menambahkan, Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam karena puasa memiliki tujuan akhir yang mulia.
“Puasa nanti target ideal yang terakhir, kalau bahasa kerennya itu ultimate goal, tujuan akhirnya akan mendapatkan sertifikat menjadi orang-orang yang muttaqin,” katanya.
Orang yang muttaqin, Agus menyebutnya adalah mereka yang bertakwa dengan menjalankan segala perintah dan meninggalkan segala larangan. Selain itu, kegiatan tarawih juga menjadi sarana pelatihan bagi kader dan karyawan.
“Kita latih supaya terampil dalam rangka mengisi Ramadan. Ada yang jadi MC, ada yang jadi penyelawat, kalau mau juga ada yang jadi tausiah. Dalam rangka untuk regenerasi,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan semangat perbaikan yang diusung partai.
“Golkar is Kalimantan today is better than yesterday and tomorrow is better than today. Golkar Kaltim tahun ini harus lebih baik daripada tahun kemarin dan mudah-mudahan tahun depan lebih baik daripada tahun ini,” tuturnya.
Ia berharap kondisi tersebut sejalan dengan harapan masyarakat Kaltim yang menginginkan daerah yang aman, damai, tenteram, sejahtera, dan bahagia.
Kegiatan tarawih ini tidak hanya diperuntukkan bagi kader, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum. “Boleh masyarakat umum. Ada beberapa masyarakat umum termasuk lingkungan sini,” katanya.
Untuk penceramah dan imam, pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran. Selain itu, panitia juga turut mengundang ustaz-ustaz dari luar untuk mengisi tausiah.
Agus sendiri aktif di berbagai organisasi. Ia merupakan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan menjabat Ketua Komisi Seni Budaya Islam.
Selain itu, ia juga mengurus masjid di sejumlah tempat, termasuk di lingkungan Pramuka dan Air Putih, serta menjadi imam di langgar dekat rumahnya.
Dalam keseharian, ia mengaku memiliki target membaca Al-Qur’an minimal tiga juz per hari. “Sehari minimal saya tiga juz ngaji, tapi rata-rata empat juz. Alhamdulillah di tahun 2025 itu sempat khatam 41 kali,” katanya.
Menutup perbincangan, Agus menyampaikan pesan kepada kader dan masyarakat. Ia mengajak untuk menjaga salat tepat waktu serta memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an.
“Rajin-rajinlah tepat waktu salat. Jangan ditinggalkan. Banyaklah zikir, banyaklah baca Al-Qur’an. Janji Allah pahalanya dilipatgandakan,” pesannya.
Ia mengutip pesan ustaz Murjani, bahwa satu huruf Al-Qur’an tanpa wudu bernilai 10 pahala kebaikan, dengan wudu menjadi 25 pahala kebaikan, dan saat salat bisa mencapai 40 pahala kebaikan.
“Yang hebat lagi nanti menjadi syafaat, mengantarkan supaya masuk surga. Harapan kita termasuk teman-teman pengurus di DPD dan pegawai di sini supaya semangat, gairah untuk salat termasuk melaksanakan Ramadan itu jauh lebih bagus lagi,” tutupnya.
